Berita

Kecelakaan Truk, Zero ODOL, dan Tata Kelola Angkutan Barang

05-12-2025
Kecelakaan Truk, Zero ODOL, dan Tata Kelola Angkutan Barang
Oleh: SAM August Himmawan
5 Desember 2025

Dua kecelakaan truk yang terjadi pada 2025—keduanya melibatkan truk bermuatan air mineral—menghadirkan kembali duka mendalam sekaligus pertanyaan besar mengenai keselamatan angkutan barang di Indonesia. Di Subang dan Ciawi, belasan nyawa melayang dan banyak lainnya luka-luka akibat truk kehilangan kendali di jalan menurun. Namun sesungguhnya, peristiwa tragis ini bukan kasus yang berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari pola berulang yang menandai persoalan yang jauh lebih mendasar: lemahnya tata kelola angkutan barang dan pembiaran praktik Over Dimension Over Load (ODOL) yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade.

Padahal, regulasi telah tersedia dan pemerintah berulang kali mencanangkan program Zero ODOL. Namun implementasi yang tidak konsisten, tarik-ulur kepentingan industri, serta rendahnya efek jera membuat pelanggaran terus terjadi. Di sisi lain, artikel ini mengajak kita memahami bahwa ODOL bukan sekadar isu teknais, tetapi juga persoalan etika bisnis, tanggung jawab sosial perusahaan, dan integritas rantai pasok logistik.

Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam mengapa ODOL terus terjadi, bagaimana dampaknya bagi keselamatan publik, dan langkah apa saja yang harus ditempuh pemerintah maupun pelaku industri, silakan membaca artikel lengkapnya melalui tautan ini. Artikel ini penting bagi siapa pun yang peduli pada keselamatan jalan dan tata kelola logistik yang berkeadilan. Artikel ini ditulis oleh  SAM August Himmawan, seorang konsultan komunikasi dari PURUPIRU yang sedang menempuh pendidikan di Program Magister Management ESG-Sustainability Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.