Berita
�ASEAN Economic Community (AEC): Can ASEAN Learn From The EU?�
24-02-2016
Magister Manajemen USD News – Selasa, 23 Februari 2016, Magister Manajemen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengadakan Seminar dengan tema “Asean Economic Community (AEC): Can ASEAN Learn From The EU?” Seminar dengan narasumber istimewa Dr. Patrick Ziegenhain, Dept. of Southeast Asian Studies, Goethe-University Frankfurt, Germany. Mr. Ziegenhain atau biasa disapa Bapak Patrick sudah banyak melakukan penelitian sesuai dengan topik Seminar di atas. Kondisi 10 negara anggota ASEAN adalah 10 negara yang berkharakteristik berbeda baik sistim pemerintahan dan tingkat perekonomian (GDP, Income Perkapita), dan sosial ekonomi masyarakatnya. Hal ini berbeda dengan European Union (EU) yang saat ini beranggotakan 28 negara rasio negara termiskin dengan terkaya 1: 14, bandingkan dengan di ASEAN rasio tersebut 1: 55 (gap yang sangat besar). Masih banyak hal lain yang menjadikan ASEAN masih begitu jauh menjadi integrasi regional seeprti halnya di EU. Seminar diikuti oleh lebih dari 75 peserta dan berbahasa Inggris sebagai salah bentuk kerjasama antar Pengelola Program Studi Magister Manajemen USD dan S3 yang tergabung dalam ABSF (APTIK Business School Forum). Hadir pula Rektor Universitas Sanata Dharma, Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D dan partisipan dari berbagai kalangan di USD maupun di luar USD.
Antusias peserta sangat tinggi karena presentasi sangat komprehensif dan menarik terkait dengan tantangan yang akan dihadapi oleh masyarakat Indonesia dalam pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Dr. Patrick meyakinkan kepada peserta seminar, bahwa Indonesia pasti siap secara ekonomi dalam pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) dikemudian hari. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai grafik ekonomi yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara yang berkembang pesat di bidang ekonomi. Namun, banyak tantangan yang harus dipersiapkan Indonesia, salah satunya adalah kemampuan masyarakat dalam berbahasa asing. Ditambah lagi, sistem regulasi dan politik Indonesia masih memprihatinkan. Berdasarkan tema seminar kali ini, “Asean Economic Community (AEC): Can ASEAN Learn From The EU?”, ASEAN bisa SAJA mencontoh kesuksesan EU, walaupun "perjalanan" masih panjang. Pada akhir acara, MMUSD memberikan beberapa bingkisan menarik seperti wayang kayu dan souvenir MMUSD yang diserahkan kepada Dr. Patrick oleh Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D.
Antusias peserta sangat tinggi karena presentasi sangat komprehensif dan menarik terkait dengan tantangan yang akan dihadapi oleh masyarakat Indonesia dalam pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Dr. Patrick meyakinkan kepada peserta seminar, bahwa Indonesia pasti siap secara ekonomi dalam pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) dikemudian hari. Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai grafik ekonomi yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara yang berkembang pesat di bidang ekonomi. Namun, banyak tantangan yang harus dipersiapkan Indonesia, salah satunya adalah kemampuan masyarakat dalam berbahasa asing. Ditambah lagi, sistem regulasi dan politik Indonesia masih memprihatinkan. Berdasarkan tema seminar kali ini, “Asean Economic Community (AEC): Can ASEAN Learn From The EU?”, ASEAN bisa SAJA mencontoh kesuksesan EU, walaupun "perjalanan" masih panjang. Pada akhir acara, MMUSD memberikan beberapa bingkisan menarik seperti wayang kayu dan souvenir MMUSD yang diserahkan kepada Dr. Patrick oleh Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D.
Setelah rangkain acara seminar selesai, pengelola MMUSD mengajak Dr. Patrick makan malam sambil diskusi santai tentang kemungkinan kerjasama lebih lanjut baik bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan kerjasama lainnya. Dr. Patrick menyatakan rangkaian seminar sangat mengesankan dan menyatakan terima kasih bahwa MM USD telah memberikan pelayanan yang terbaik selama ia berada di Yogyakarta. “I think MM USD gives the best hospitality to all the guest speakers.” Ketika ditanya apa komentar Dr. Patrick terkait Seminar yang telah dilaksanakan, beliau berkata, “The participants were very good in delivering their questions, and the condition in the Seminar was very attractive.”
- Elga
Menyanyikan Hymne Sanata Dharma
Sambutan Kaprodi MMUSD
Seminar AEC
Seminar AEC
Pemberian Souvenir Wayang Oleh Bapak Eka, Rektor USD
Foto bersama dosen MM USD & Tamu undangan
Foto bersama beberapa mahasiswa MMUSD
Foto bersama Student Staff MMUSD
Makan malam dan diskusi santai bersama Pengelola MMUSD & Dr. Patrick
>>> kembali
INFORMASI PENERIMAAN MHS BARU MM USD >>>>>
- Kolaborasi Peneliti–Praktisi Dorong Transformasi Digital di Credit Union Kridha Rahardja
- Pendaftaran Mahasiswa Baru Magister Manajemen USD TA 2026/2027 Sudah Dibuka
- Kecelakaan Truk, Zero ODOL, dan Tata Kelola Angkutan Barang
- Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Buka Program Magister ESG
- Launching Konsentrasi Baru MM ESG - Sustainability
- Konsentrasi Baru MM ESG - Sustainability
- Inovasi Credit Union: Pelayanan Integratif Dan Berbasis Keluarga
- Bertukar Pengalaman Dan Pengetahuan CU Lestari Wonosobo dan Prodi MM USD
- Kontroversi AI Generatif dan Dampaknya terhadap Pendidikan
- Mendidik Generasi Digital:Butir penting kuliah umum Johanes Eka Priyatma, Ph.D., 15 Desember 2023
- Mendidik Generasi Milenial Beretika
- Memahami Belt and Road Initiative dan Implikasi terhadap Tatanan Dunia
- PENGARUH KOMPETENSI, KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA GURU
- Predatory pricing
- PARADIGMA PENDIDIKAN REFLEKTIF DASAR PEMIMPIN BERINTEGRITAS
- Sekolah Kita Seperti Penjara?
- Social Commerce: where to go?
- Carbon Trade and Carbon Market
- The Purchasing Managers Index: A Crucial Economic Barometer
- Keluar Zona Nyaman Menantang Diri Berubah Lewat Magister Manajemen
