Berita

Penerapan Psikologi Perkembangan Anak-Remaja dalam Pembelajaran yang Efektif di KB/TK, SD, SMP, SMA St. Ursula BSD  

oleh: Dr. Agnes Indar Etikawati M. Si, Psikolog

Pembelajaran di sekolah perlu diselenggarakan dengan menyelaraskan topik, model interaksi, serta metode pembelajaran di kelas dengan kesiapan, minat, dan sifat alami anak sesuai tahapan usianya menggunakan paradigma Konstruktivisme. Untuk mewujudkan hal tersebut, guru dituntut memahami tahap-tahap perkembangan anak serta memiliki kepekaan dan keterampilan komunikasi yang baik agar setiap anak mendapat penerimaan, dukungan, dan pendampingan yang optimal. Atas dasar kebutuhan inilah workshop ini digelar guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran para pendidik dalam membangun relasi serta model pembelajaran yang relevan dengan perkembangan anak didik. Melalui penguatan ini, para guru diharapkan semakin berdaya dalam mendampingi anak-anak yang harus menghadapi lingkungan hidup yang kian kompleks dan penuh dengan tantangan zaman.

Workshop bertajuk "Penerapan Psikologi Perkembangan Anak" ini dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di St. Ursula BSD mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh 120 peserta yang merupakan guru-guru dari jenjang KB/TK, SD, SMP, hingga SMA St. Ursula BSD. Dengan menghadirkan narasumber ahli Dr. Agnes Indar Etikawati, M.Si., Psikolog, rangkaian acara dikemas secara interaktif dan partisipatif dalam bentuk presentasi materi, sesi tanya-jawab, serta role play pendampingan (konseling) sesuai tahap perkembangan siswa.

Dalam sesi materi bertema "Memahami Perkembangan Anak-Remaja untuk Pembelajaran yang Efektif", narasumber menekankan pentingnya mengukur kesiapan siswa lewat konsep Zone of Proximal Development (ZPD) serta memberikan bantuan bertahap (scaffolding) agar anak dapat mencapai kemandirian belajar secara alami. Pemaparan materi juga merinci karakteristik perkembangan anak-remaja (usia 3 hingga 18 tahun) dari aspek kognitif, emosi, sosial, serta moral dan regulasi diri, yang kemudian diterjemahkan ke dalam strategi pembelajaran spesifik untuk setiap jenjang kelas. Selain dibekali pemahaman mengenai faktor kepribadian berdasarkan tipe temperamen anak (easy, slow to warm up, dan difficult child), para guru juga diajarkan strategi mendampingi siswa di era digital agar mampu membantu siswa menemukan potensi, melatih berpikir kritis, serta mengoptimalkan peran guru sebagai pendamping yang aman secara psikologis, fasilitator, partner berdiskusi, hingga menjadi role model di kelas.

  Kembali Arsip