Berita

Menguatkan Pola Asuh Tanpa Kekerasan dan Membangun Hubungan yang Aman antara Orang Tua dan Anak (Workshop Parents Empowerment Yayasan Rumah Impian Indonesia 2026 )

oleh: Dr. Agnes Indar Etikawati M. Si, Psikolog

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam proses tumbuh kembang anak, di mana hubungan yang hangat, aman, dan penuh kasih sayang menjadi fondasi krusial bagi perkembangan emosi, karakter, serta kesehatan mental anak di masa depan. Namun, kenyataannya praktik pengasuhan yang menggunakan kekerasan fisik maupun verbal masih banyak ditemukan karena dipengaruhi oleh pola asuh turun-temurun, tekanan ekonomi, dan kurangnya pemahaman mengenai disiplin positif. Menanggapi tantangan tersebut, Yayasan Rumah Impian Indonesia melalui program Education Center menyelenggarakan Workshop Parents Empowerment I Tahun 2026 dengan tema "Menguatkan Pola Asuh Tanpa Kekerasan dan Membangun Hubungan yang Aman antara Orang Tua dan Anak" agar para orang tua memperoleh pemahaman baru dan mampu membangun kelekatan aman (secure attachment) dengan anak.

Workshop ini dilaksanakan secara partisipatif dan interaktif pada Sabtu, 25 Juli 2026, bertempat di Wisma Pojok Indah dari pukul 08.30 hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 orang tua atau wali anak dampingan Yayasan Rumah Impian Indonesia yang berasal dari beberapa wilayah, yaitu Education Center Tlukan, Jogoyudan, Wonocatur, Godean, Sidomulyo, dan Children Crisis Center (CCC). Rundown acara dimulai dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan dengan sambutan dari Yayasan Rumah Impian Indonesia dan Rotary Club Of Jogja Merapi. Sesi inti terdiri dari Sesi I tentang Penguatan Pola Asuh Tanpa Kekerasan Sesi II mengenai Membangun Hubungan yang Aman,  dan ditutup dengan sesi diskusi, refleksi, penyusunan komitmen orang tua, serta penutup.

Menghadirkan narasumber Dr. Agnes Indar Etikawati, M.Si., Psikolog, workshop ini memaparkan pentingnya pola asuh positif (positive parenting) yang hangat, membimbing, mendidik, dan mencintai anak tanpa syarat. Peserta dibekali pemahaman mengenai dampak buruk dari maltreatment (kekerasan fisik, psikologis, dan penelantaran) yang dapat menghambat perkembangan, menurunkan inteligensi, serta memicu trauma atau depresi pada anak. Poin penting lain yang disampaikan meliputi pengenalan tiga tipe temperamen anak (anak mudah, pemalu, dan sulit) agar orang tua dapat merespons perilaku anak secara tepat. Selain itu, orang tua diajarkan pentingnya mengelola emosi dan stres diri sendiri, mempraktikkan komunikasi positif, serta membangun hubungan yang aman melalui pendengaran aktif dan penciptaan iklim rumah yang penuh sukacita.

  Kembali Arsip