Berita
Workshop Parents Empowerment II Yayasan Rumah Impian Indonesia: Memberikan edukasi tentang Perkembangan Seksual pada Anak
oleh: Dr. Agnes Indar Etikawati M. Si, Psikolog
Upaya perlindungan anak memerlukan pendekatan yang lebih holistik, khususnya dalam mencegah kekerasan seksual. Data internal Yayasan Rumah Impian Indonesia mengungkapkan bahwa sebagian besar orangtua (92%) telah mengenalkan bagian tubuh privat kepada anak, dan 77% di antaranya merasa nyaman membicarakan pendidikan seksual dasar. Meski demikian, masih terdapat 23% orangtua yang belum mampu membicarakan topik ini dengan anak, terutama disebabkan oleh faktor rasa tabu, ketidaknyamanan, atau kurangnya keterampilan komunikasi yang tepat. Kesenjangan ini berpotensi meninggalkan anak tanpa pemahaman yang memadai mengenai tubuh, batasan, serta cara melindungi diri. Temuan ini sejalan dengan pandangan World Health Organization (WHO, 2013) yang menegaskan bahwa pendidikan seksual komprehensif sejak dini merupakan bagian penting dari strategi perlindungan anak yang efektif.
Tantangan terbesar yang dihadapi adalah resistensi budaya dan norma sosial yang menganggap pembicaraan mengenai seksualitas sebagai hal yang tidak pantas. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan edukasi yang kontekstual, sederhana, dan mudah diterima oleh orang tua. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, YRII mengundang narasumber dari Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma untuk memberikan psikoedukasi tentang bagaimana memberikan edukasi seksual pada anak, sebagai salah satu bagian dalam rangkaian Workshop Parents Empowerment bagi para orang tua yang berada di wilayah dampingan YRII di DIY.
Workshop mengenai edukasi perkembangan seksual diselenggarakan pada Tanggal 6 Desember 2025, bertempat di Wisma Pojok Indah, Sleman, DIY. Workshop diikuti oleh sekitar 20 orang tua yang tinggal di pos dampingan YRII di DIY. Melalui workshop ini. Pihak YRII mengharapkan agar peserta workshop mampu mengubah ketidaknyamanan menjadi kemampuan, serta membekali orangtua dengan strategi komunikasi yang empatik, media yang sesuai usia, dan langkah-langkah praktis untuk membangun sistem perlindungan anak yang dimulai dari keluarga dan diperkuat oleh komunitas sekitar, memahami konsep pengasuhan positif, muncul komitmen untuuk menerapkannya dalam keseharian bersama anak, dan mampu merumuskan rencana tindak lanjut dalam keluarga masing-masing.
Materi workshop dibawakan oleh Dr. Agnes Indar Etikawati, Psikolog dengan judul “Edukasi Seksual untuk Anak”. Workshop diawali dengan sharing pribadi mengenai tantangan yang sering dihadapi orang tua terkait dengan perkembangan dan perilaku seksual anak atau remaja. Narasumber mengajak para peserta untuk memahami konsep pendidikan seksual beserta cakupannya. Peserta belajar bahwa pendidikan seksual meliputi pengetahuan tentang tubuh, mengajarkan anak untuk memiliki sikap menghormati tubuh dan memiliki batasan pribadi, mengajarkan cara-cara menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh, serta mendorong relasi sosial yang positif (respectful) dengan teman sebaya. Peserta diajak untuk memahami tahapan pendidikan seksual dan strategi pendidikan seksual sesuai tahapan usia anak dan remaja. Di akhir workshop, peserta diajak berdiskusi untuk memilih sikap dan tindakan yang tepat dalam menghadapi beberapa situasi khusus terkait perkembangan dan perilaku seksual anak (YL & AIE)

Kembali
Arsip