Berita
Psikoedukasi tentang Pengasuhan di Era Digital Untuk Orang Tua di Dusun Karang, Girikerto, Gunung Kidul, Yogyakarta dalam acara Ngopi Manis BEM Fakultas Psikologi 2025
oleh: Dr. Agnes Indar Etikawati M. Si, Psikolog
Pola asuh merupakan salah satu fondasi utama dalam pembentukan karakter dan perkembangan psikologis anak. Dalam konteks masyarakat modern saat ini, tantangan yang dihadapi oleh para orang tua dalam melakukan pengasuhan semakin kompleks. Orang tua semakin sulit melakukan pengasuhan karena anak-anak dan remaja saat ini tumbuh di zaman dengan berbagai kemajuan teknologi khususnya teknologi komunikasi dan informasi yang canggih. Tantangan ini juga dihadapi oleh orang tua di Dusun Karang, Girikerto, Gunung Kidul. Orang tua di Dusun Karang seringkali mengalami kesulitan dalam melakukan komunikasi dan menjalin relasi yang positif dengan anak zaman sekarang, sehingga tidak dapat memberikan bimbingan sesuai harapan orang tua. Orang tua di Dusun Karang membutuhkan informasi mengenai pola asuh yang efektif yang dapat mendukung berbagai aspek perkembangan anak.
Untuk membantu masyarakat Dusun Karang dalam menghadapi tantangan ini, BEMF 2025 mengadakan kegiatan psikoedukasi melalui acara NGOPI MANIS 2025, yang difokuskan pada peningkatan pemahaman orang tua mengenai pola asuh yang tepat, efektif, dam positif bagi anak di era digital ini. Psikoedukasi ini diharapkan dapat memberikan informasi praktis dan solusi nyata yang dapat diterapkan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan peran mereka sebagai pembimbing utama dalam kehidupan anak-anak mereka.
Psikoedukasi disampaikan oleh Dr. Agnes Indar Ekawati, Psikolog, dengan judul materi “Pengasuhan Positif di Era Digital”. Di awal sesi, Dr. Agnes memaparkan berbagai permasalahan yang dialami anak-anak dan remaja akibat pengaruh negatif teknologi digital. Dalam situasi yang penuh resiko seperti sekarang ini, peran pengauhan sangat besar. Pengasuhan yang dilakukan dengan tepat dan positif akan menghindarkan anak dari resiko mengalami berbagai masalah psikologis khususnya yang disebabkan oleh pengaruh negatif teknologi digital. Menurut Dr. Agnes, pengasuhan yang positif memuat unsur mendidik dan mencintai. Unsur mendidik dimaksudkan agar anak mengembangkan pengetahuan pada anak, mengembangkan nilai-nilai keutamaan, dan mengembangkan keterampilan sosial-emosional. Unsur mencintai dilakukan dengan memberikan perhatian, kehangatan, respek secara personal, dan support pada anak. Maka dari itu, untuk dapat melakukan pengasuhan yang positif, orang tua perlu mengelola emosi dan stres, memiliki tujuan dalam pengasuhan, mencoba memahami anak, dan menjadi orang tua yang kreatif. Dengan begitu, orang tua diharapkan dapat menjadi pembimbing sekaligus teman bagi anak.
Kembali
Arsip