Berita

Maintaining Mental Health di SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA

oleh: Cornelius Siswa Widyatmoko, M.Psi.

Masa remaja merupakan periode krusial dalam pembentukan identitas diri dan perkembangan emosional seseorang. Pada tahap ini, remaja sering dihadapkan pada berbagai tekanan, baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun media sosial. Tekanan tersebut dapat mempengaruhi kondisi psikologis mereka, sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan mental seperti stres, kecemasan, depresi, dan rendahnya rasa percaya diri. Minimnya pemahaman mengenai pentingnya self love (cinta diri) dan self care (perawatan diri) menyebabkan banyak remaja kurang memperhatikan kesejahteraan mental mereka sendiri.

Melihat kondisi tersebut, SMA BOPKRI 2 Yogyakarta mengadakan kegiatan mental health bagi para siswa. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan yang interaktif dan aplikatif, yang diharapkan dapat membantu siswa mengenali potensi diri, menghargai keunikan pribadi, serta menerapkan strategi self care dalam kehidupan sehari-hari. 

Materi disampaikan oleh Cornelius Siswa Widyatmoko, M.Psi. dosen fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma kepada siswa siswi di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. Melalui materi yang disampaikan, siswa diajak untuk  mengenali emosi, potensi, dan kebutuhan diri agar mampu menjaga keseimbangan mental. Dengan begitu, besar harapan para siswa dapat meningkatkan kesadaran dan perilaku positif terhadap kesehatan mental, serta terbentuknya lingkungan sekolah yang lebih peduli dan suportif terhadap kesejahteraan psikologis remaja.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Aula SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. Peserta pengabdian terdiri dari siswa kelas X SMA BOPKRI 2 Yogyakarta yang berjumlah 129 siswa. Diskusi menghasilkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental agar dapat mempertahankan kondisi psikologis yang sehat dan seimbang. Pada akhir acara, narasumber memberikan tips dalam rangka meningkatkan kebahagiaan. Dengan demikian, para remaja dapat tumbuh menjadi individu yang lebih tangguh, berdaya, dan memiliki keseimbangan antara prestasi akademik dan kesejahteraan psikologis.


                                                      

  Kembali Arsip