Berita
Seminar tentang Gen Z untuk Para Calon Pemuka Umat dan Pengurus di Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran Yogyakarta
oleh: Dr. Agnes Indar Etikawati M. Si, Psikolog
Saat ini kaum muda Generasi Z (Gen Z), yang lahir antara Tahun 1997 hingga 2012, menempati 30% populasi di Indonesia. Gen Z lahir dan berkembang bersama dengan berkembang pesatnya internet dan teknologi digital portable. Oleh karena itu Gen Z juga dijuluki sebagai "digital native" atau iGeneration. Gen Z lebih mahir menggunakan teknologi dan cepat beradaptasi dengan perubahan teknologi. Mereka mampu mendapatkan pengetahuan secara mandiri, lebih kreatif dan inovatif, dan mampu bekerja secara multi-tasking. Namun, dengan berbagai kemudahan yang dihadirkan oleh teknologi digital, Gen Z memiliki sejumlah kelemahan yakni lebih menyukai cara yang mudah dan instan, pekerjaan yang fleksibel namun kurang memiliki daya tahan terhadap tekanan. Keasyikan berkutat dengan gawai juga membuat mereka lebih individualis, kurang mampu bersosialisasi, memiliki rentang perhatian yang pendek dan rentan pada berbagai masalah kesehatan seperti masalah pola tidur, obesitas, dan kecanduan internet.
Pengetahuan mengenai karakteristik dan permasalahan Gen Z dipandang penting untuk dimiliki oleh para calon pemuka umat atau pengurus di Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran yang akan melayani umat dalam kepemimpinan Pastoral tahun 2025-2027. Maka dalam rangka HUT ke-100, Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran menyelenggarakan serangkan kegiatan yang salah satunya adalah seminar mengenai Gen Z. Tujuan dari dilaksanakannya psikoedukasi ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Gen Z sehingga para calon pengurus nantinya dapat memberikan pelayanan dan pendampingan yang tepat pada umat remaja dan orang muda yang tergolong Gen Z. Psikoedukasi dilaksanakan di tiga lokasi (gereja), di bawah Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran, yakni di Gereja Salib Suci Gunung Sempu pada Tanggal 20 Agustus 2024, di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran pada Tanggal 21 Agustus 2024, dan di Gereja Brayat Minulya Wirobrajan pada Tanggal 22 Agustus 2024.
Seminar disampaikan oleh Dr. Agnes Indar Etikawati, Psikolog, dengan dua pokok materi yakni tentang karakteristik Gen Z dan resiliensi. Resiliensi dipandang sebagai solusi yang tepat atas permasalahan atau kerentanan pada Gen Z. Resiliensi adalah kemampuan untuk bertahan dan “bangkit kembali” untuk tetap berkembang di bawah kondisi yang sulit. Resiliensi merupakan kemampuan untuk beradaptasi dalam menghadapi sumber stres yang signifikan, termasuk dengan mengarahkan diri dan mencari dukungan di lingkungannya. Mengembangkan resiliensi meliputi empat tahap, yakni tahap penerimaan, tahap merawat diri, tahap fokus pada tujuan, dan tahap perencanaan serta pengelolaan. Dalam sesi tanya jawab, cukup banyak peserta yang membagikan pengalamannya berinteraksi atau berkomunikasi dengan remaja Gen Z. Peserta juga banyak melontarkan pertanyaan antara lain mengenai cara memotivasi dan berkomunikasi yang tepat dengan Gen Z.
Kembali
Arsip