Artikel Populer
26/11/2025
Google Effect
oleh: Ernest Justin, SJ., S. Psi., M. Hum.
Google, Internet, dan kecerdasan buatan sudah menjadi bagian tak terelakkan dalam hidup manusia. Meskipun peran positif dapat kita temukan lewat teknologi Google, kita perlu menyadari dampak negatif yang dibawa oleh Google. Wegner dan Ward (dalam Gross, 2018) menjelaskan bahwa internet tidak hanya menggantikan orang-orang sebagai sumber memori dan tempat berbagi informasi, namun internet (Google) menggantikan kemampuan kognitif kita, melemahkan dorongan untuk memastikan bahwa informasi penting yang baru kita pelajari masuk ke dalam sistem memori. Inilah yang dikenal sebagai Google Effect.
Wegner dan Ward (dalam Gross, 2018) menunjukkan penelitian dimana manusia begitu cepat membuka internet ketika mencoba menjawab pertanyaan. Ketika manusia tidak tahu jawaban dari suatu pertanyaan, internet langsung muncul di pikiran; internet menjadi sahabat yang “maha tahu”. Mereka yang menemukan jawaban di internet mengalami ilusi dimana seolah-olah “kapasitas atau kemampuan mental pribadi” telah menghasilkan informasi tersebut, bukan si Google. Menggunakan Google memberikan pada manusia perasaan bahwa internet telah menjadi bagian dari perangkat kognitif (kemampuan berpikir). Wegner dan Ward menekankan bahwa generasi internet merasa lebih banyak mengetahui, padahal ketergantungan terhadap internet berarti mereka sebenarnya lebih sedikit mengetahui tentang dunia di sekitar mereka.
Betsy Sparrow dkk (2011) juga menunjukkan bahwa ketika dihadapkan pada pertanyaan yang sulit, manusia cenderung terpicu untuk memikirkan komputer. Ketika orang mengharapkan untuk memiliki akses terhadap informasi tersebut di masa depan, tingkat ingatan terhadap isi informasi menjadi lebih rendah, namun ingatan mereka justru meningkat terhadap dimana informasi dapat diakses.
Seperti halnya otot yang tidak pernah digunakan akan mengalami atrofi, demikian juga fungsi kognitif tidak akan berfungsi optimal apabila manusia tidak secara aktif menggunakannya. Manusia perlu kembali pada dirinya sendiri, mengerahkan daya kognitif untuk berpikir. Daya kognitif yang terus dioptimalkan akan membantu perkembangan diri menjadi lebih integral.
Acuan:
Betsy Sparrow et al. Google Effects on Memory: Cognitive Consequences of Having Information at Our Fingertips. Science 333, 776-778 (2011). DOI:10.1126/science.1207745
Gross, Richard. 2018. Psychology in Historical Context: Theories and Debates. Routledge
Illustrasi: Freepik
Kembali
Arsip