Artikel Populer
25/08/2025

Komunikasi Antargenerasi

oleh: P. Henrietta P. D. A. D. S. M. A.

Twenge (2023) menjelaskan bahwa kata generasi secara tradisional menggambarkan relasi dalam keluarga, misalnya dalam satu keluarga, sebutan tiga generasi berarti meliputi kakek-nenek, orang tua, dan anak-anak. Tetapi saat ini, kata generasi secara modern digunakan untuk merujuk pada generasi sosial, yaitu mereka yang lahir di sekitar waktu yang sama dan yang mengalami budaya yang kurang lebih sama saat bertumbuh dewasa. Twenge (2023) menyebutkan contohnya seperti di Amerika Serikat saat ini yang memiliki enam generasi, yaitu Generasi Silent (lahir 1925–1945), Generasi Baby Boomer atau BB (1946–1964), Generasi X (1965–1979), Generasi Y (1980–1994), Generasi Z (1995–2012), dan generasi yang lahir mulai tahun 2013 (Generasi Polar atau Generasi Alpha). Namun generasi secara modern yang merujuk pada generasi sosial, bukan hanya fenomena yang terjadi di Amerika saja, negara-negara yang lain juga memiliki pembagian generasi yang serupa, meskipun dengan pengalaman budaya dan kekhasannya masing – masing (Twenge, 2023).

Masing-masing generasi memiliki ciri - ciri yang berbeda dan unik, termasuk dalam cara dan pilihannya untuk berkomunikasi. Misalnya terkait penggunaan bahasa seperti penggunaan bahasa gaul, masing–masing generasi memiliki bahasa gaul atau istilah–istilah unik yang mereka gunakan dalam berkomunikasi. Dikutip dari kompas.com (2024) Gen Z menggunakan istilah “chill” untuk meminta seseorang agar tenang atau menggambarkan keadaan santai, istilah “sus” untuk menggambarkan sesuatu yang mencurigakan, atau “slay” yang artinya hebat, keren sekali. Adapun juga, dikutip dari Detik.com (2024) yang menjelaskan bahwa Gen Alpha punya istilah yang berbeda, seperti: “skibidi” untuk menggambarkan sesuatu yang jahat atau buruk, atau “bet” untuk meyatakan kesepakatan atau kesiapan.

Contoh perbedaan yang lain terkait dengan gaya atau cara berkomunikasi. Gen BB dan gen X lebih menyukai percakapan tatap muka secara langsung, sedangkan gen Y, Z dan Alpha menyukai percakapan singkat dan cepat melalui media sosial. Generasi muda lebih menguasai teknologi dibandingkan generasi tua. Hal ini didukung oleh penelitian Sabatti (2023) yang menemukan bahwa generasi yang lebih muda memiliki keterampilan digital yang lebih baik dibandingkan generasi yang lebih tua.

Penting untuk memahami perbedaan komunikasi antargenerasi karena perbedaan tersebut dapat berdampak positif dan negatif dalam interaksi atau relasi antargenerasi. Jika perbedaan tidak dipahami, maka perbedaan dapat memunculkan konflik dan kesalahpahaman. Tetapi jika perbedaan dapat dibagikan dan dipahami, maka perbedaan tersebut dapat memunculkan kreativitas dan inovasi.

Devito (2016) menjelaskan bahwa kunci penting dalam komunikasi adalah bagaimana kedua belah pihak yang berkomunikasi mau saling terbuka, saling mendengarkan, saling memahami dan berusaha membangun serta meningkatkan relasi di antara mereka. Saling memahami membutuhkan masing–masing pihak untuk bersedia: (1) mendengarkan dengan penuh perhatian dan kesungguhan, (2) melihat dari cara pandang lawan bicaranya, dan (3) merespon tanpa memberikan penilaian. Saling memahami membutuhkan kedua pihak untuk mau berupaya memahami terlebih dahulu sebelum memberikan respon agar respon yang diberikan lebih tepat sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Ketika berkomunikasi, termasuk berkomunikasi dengan orang yang berbeda generasi, baik jika kita mau berusaha untuk memahami dan saling memahami, agar komunikasi yang terjadi berdampak positif bagi semua pihak.
 
 
Sumber Acuan
 
Devito, J. A. (2016). The Interpersonal Communication Book 14th ed. Pearson Education
Sabatti, P. H. P. D. A. D. (2023). Literasi Digital pada PNS. Suksma: Jurnal Psikologi Universitas Sanata Dharma, 4(2), 82-93.
Twenge, J. M. (2023). Generations: the real differences between Gen Z, Millennials, Gen X, Boomers, and Silents—and what they mean for America's future. Simon and Schuster.


Ilustrasi sampul: freepik

  Kembali Arsip