Artikel Populer
17/01/2025
Literasi Digital
oleh: P. Henrietta P. D. A. D. S. M. A.
Kehadiran internet memberikan banyak dampak positif dalam kehidupan manusia. Internet menghadirkan berbagai informasi yang dapat segera diperoleh tanpa harus bersusah payah menggali informasi secara langsung di lapangan atau mencari-cari dari berbagai sumber buku atau media cetak yang ada. Internet juga dapat menghadirkan informasi dari beragam tempat yang ada di dunia, tanpa perlu kehadiran secara fisik di tempat-tempat tersebut. Informasi dari berbagai bidang, maupun berbagai disiplin ilmu juga dapat dengan mudah diperoleh.
Banyaknya informasi, keluasan informasi dan kecepatan akses tentu memberikan kemudahan dan keuntungan bagi manusia. Tetapi apakah tidak ada dampak lain yang perlu diketahui bahkan diwaspadai? Tentu ada. Banyak, luas dan cepatnya informasi yang seseorang terima dapat dibayangkan seperti banjir yang melanda. Banjir tersebut dapat membahayakan seseorang, membuat seseorang tenggelam dalam informasi yang bisa jadi tidak semua informasi tersebut baik bagi dirinya, penting bahkan bermanfaat positif bagi kehidupannya.
Banyak kasus orang-orang dirugikan karena termakan berita bohong atau hoaks. Konflik dan kesalah-pahaman muncul karena informasi yang salah. Perhatian orang terpecah bahkan menghabiskan waktu dan tenaga untuk hal-hal yang kurang bermanfaat untuk dirinya. Kemajuan dunia digital ternyata juga punya sisi dan dampak buruk yang perlu diwaspadai. Hal inilah yang menjadikan literasi digital menjadi penting.
Martin dan Grudziecki (2006) mendefinisikan literasi digital sebagai kesadaran, sikap dan kemampuan individu untuk menggunakan alat dan fasilitas digital secara tepat untuk berbagai hal. Seseorang dengan literasi digital yang tinggi akan memiliki kesadaran tentang kondisi diri dan kebutuhannya; memiliki sikap positif dan terbuka terhadap perkembangan digital; dan mampu menggunakan alat dan fasilitas digital secara tepat. Individu dapat menggunakan alat dan fasilitas digital untuk mencari, mendapatkan, mengatur, memadukan, menilai, dan menganalisis informasi digital secara tepat. Individu juga dapat memanfaatkan alat dan fasilitas digital untuk membangun pemahaman baru, mengekspresikan diri, dan berkomunikasi dengan orang lain secara tepat. Penggunaan yang tepat ini berkaitan dengan penggunaan yang konstruktif atau penggunaan yang membangun dan berdampak positif bagi seseorang dan lingkungannya.
Literasi digital dimulai dengan kesadaran diri. Kesadaran diri adalah kondisi dan proses evaluatif untuk mengenali diri yang meliputi pengetahuan dan refleksi diri (Ashley & Reiter-Palmon, 2012; Carden et al., 2021; Rubens et al., 2018). Dalam konteks penggunaan alat dan fasilitas digital, kesadaran diri ini meliputi kesadaran tentang: 1) kondisi diri sendiri - Siapa saya? Apa tugas dan tanggung jawab saya?; 2) pengenalan akan kebutuhan diri - dengan kondisi saya saat ini, apa yang saya butuhkan dari dunia digital?; dan 3) pemahaman tentang tujuan, alasan, dan manfaat yang akan diperoleh dengan menggunakan alat dan fasilitas digital – Apa tujuan saya? Mengapa saya menggunakan? Dan manfaat apa yang akan saya dapatkan? Beberapa pertanyaan tersebut dapat membantu seseorang untuk menyadari atau memiliki kesadaran diri sebagai bagian dari literasi digitalnya.
Berangkat dari kesadaran diri tersebut, seseorang dapat berlatih dan meningkatkan kemampuannya untuk menggunakan alat dan fasilitas digital secara tepat. Dengan kata lain, seseorang dapat belajar untuk menggunakan alat dan fasilitas digital yang berdampak positif bagi diri dan lingkungan, setelah ia membangun kesadaran dirinya. Literasi digital penting untuk bertahan di era informasi yang deras ini, dan langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memiliki kesadaran diri.
Ilustrasi sampul: freepik
Kembali
Arsip