Artikel Populer
10/06/2024
Libur Sekolah Anak: Orang Tua dan Anak Bahagia
oleh: Diana Permatasari S. Psi. M. Sc.
Libur telah tiba..
Libur telah tiba..
Hore! Hore!Hore!Hore!
(Pencipta: A.T. Mahmud)
Pengantar
Periode bulan Juni dan Juli selalu identik dengan liburan sekolah yang panjang untuk level anak yang duduk di bangku pra-sekolah hingga sekolah menengah. Bagi anak yang sudah duduk di bangku kuliah pun juga mendapatkan libur semester yang cukup panjang sekitar dua bulanan. Mendengar kata liburan tentu diasosiasikan dengan hal yang menyenangkan namun pada kenyataannya ternyata liburan sekolah yang cukup panjang yaitu lebih dari satu minggu dapat membuat kekhawatiran tersendiri untuk orang tua dan pengasuh.
Mengapa orang tua khawatir dengan liburan panjang sekolah anak?
- Orang tua yang harus bekerja, tidak memiliki jatah libur. Hal ini membuat mereka punya rasa bersalah karena tidak bisa mengambil libur untuk bisa menemani anak yang sedang libur sekolah.
- Beberapa orang tua merasa khawatir anak mengalami kebosanan jika pada saat di liburan mereka hanya akan di rumah saja.
- Orang tua khawatir jika anak di rumah saja, lalu banyak waktu dihabiskan hanya menghabiskan waktu di depan layar saja.
- Lebih banyak pengeluaran karena adanya liburan sekolah, misalnya mengajak anak-anak bepergian ke luar kota, luar pulau bahkan ke luar negeri.
- Libur panjang bagi anak bisa membuat orang tua khawatir saat masuk sekolah nanti, dia menjadi sulit untuk beradaptasi di sekolahnya.
Apakah manfaat liburan panjang sekolah anak?
- Libur yang panjang adalah jeda dari rutinitas harian anak yang bisa membuat mereka stres sehingga liburan seperti mengisi kembali energi mereka yang berkurang (kemampuan fisik)
- Anak belajar untuk mengembangkan dirinya: belajar mandiri, disiplin, tanggung jawab (kemampuan emosional)
- Anak belajar tentang dunia yang nyata, yang tidak dipelajari dalam sekolah (kemampuan kognitif)
- Anak belajar mengembangkan kemampuan sosial dengan berinteraksi dengan orang-orang baru maupun juga orang-orang yang sudah mereka kenal sebelumnya (kemampuan sosial)
Apakah manfaat liburan dengan bepergian bersama anak?
Orang tua selain berperan dalam rangka melindungi dan menjaga serta mengasuh anak. Orang tua berperan juga dalam memberikan kesempatan ke anak untuk melakukan hal yang menyenangkan seperti menghabiskan waktu bersama untuk bermain dan berinteraksi lewat hal-hal yang menyenangkan di mana hal tersebut memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak di masa mendatang. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa jalan-jalan yang dilakukan bersama keluarga dapat memperkuat hubungan antar keluarga dan juga menumbuhkan identitas sosial bagi anak di masa remaja (Schanzel, Yeoman, & Backer, 2012). Kegiatan travelling yang dilakukan anak membuat anak untuk belajar mengenai proses pengambilan keputusan (Khoo-Lattimore, Prayag, & Cheah, 2015) dan kesempatan untuk belajar banyak hal tentang diri seperti pertumbuhan diri dan mengenal diri (Langley & Breese, 2005) serta menciptakan kenangan yang positif yang akan mereka selalu ingat (Elmi dkk, 2020)
Bagaimana mengatur liburan sekolah anak supaya bermanfaat?
- Membuat perencanaan yang realistis untuk liburan anak sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing keluarga.
- Merancang kegiatan di rumah perlu memberi anak waktu bermain sendiri, dan melakukan aktivitas dengan orang lain.
- Membiarkan anak bosan karena bosan dapat menumbuhkan kreativitas bagi anak.
- Membuat aturan-aturan selama liburan sekolah supaya anak tidak “kaget” saat masuk sekolah tiba.
Daftar Pustaka
Elmi, B., Bartoli, E., Fioretti, C., Pascuzzi, D., Ciucci, E., Tassi, F., & Smorti, A. (2020). Children’s representation about travel: A comparison between what children remember and what children desire. Tourism Management Perspectives, 33, 100580. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2019.100580
Khoo-Lattimore, C., Prayag, G., & Cheah, B. L. (2015). Kids on board: Exploring the choice process and vacation needs of Asian parents with young children in resort hotels. Journal of Hospitality Marketing & Management, 24(5), 511–531
Langley, C. S., & Breese, J. R. (2005). Interacting sojourners: A study of students studying abroad. The Social Science Journal, 42(2), 313–321.
Schanzel, H., Yeoman, I., & Backer, E. (2012). Family tourism: Multidisciplinary perspectives. Bristol, UK: Channel View Publications.
Ilustrasi sampul: pinterest.com
Kembali
Arsip