Artikel Populer
12/03/2021

Investasi Kebahagiaan dalam Bekerja

oleh: TM. Raditya Hernawa M. Psi, Psi.

     Tentu tidak ada orang yang ingin menjadi tidak bahagia. Seperti ungkapan: waktu kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya-raya dan kalau mati inginnya masuk surga. Banyak orang menyatakan bahwa tujuan hidupnya adalah untuk mengejar dan mencapai kebahagiaan. Begitulah kira-kira gambaran kebahagiaan yang diinginkan sepanjang waktu dan tahap proses kehidupan.
     Kebahagiaan juga seringkali digambarkan dengan hidup sejahtera dan karir yang baik dalam bekerja. Kebahagian sering dihubungkan dengan situasi bekerja. Hal ini menjadi relevan mengingat jika kita cermati, sebagian dari kita menghabiskan lebih dari separuh waktu aktifnya dalam satu hari untuk bekerja. Tentu saja kita tidak menghitung waktu tidur.

    Bekerja menjadi penting terutama untuk mendukung dalam memperoleh kebahagian yang kita inginkan. Bekerja membuat kita memiliki penghasilan yang dapat kita gunakan untuk memenuhi dan mencukupi kebutuhan-kebutuhan hidup sehari-hari, merencanakan liburan bersama keluarga atau membeli barang yang telah kita impikan sejak lama, yang semuanya itu berujung pada kepuasan dan  kebahagiaan hidup. Ironinya sebagian besar pekerja tidak merasa bahagia dalam bekerja. Alih-alih memperjuangkan kebahagiaan dalam hidup, para pekerja menjalani sebagian waktu hidupnya dengan tidak bahagia.

     Survei menyatakan bahwa banyak pekerja di Indonesia yang tidak merasa bahagia menjalani kehidupan kerjanya. Secara kuantitatif dari skala 1-10, kebahagiaan pekerja Indonesia berada di angka 5. Hal ini juga sejalan dengan survei tingginya keinginan untuk keluar dan pindah kerja dari perusahaan.  Negara kita pernah masuk sebagai negara yang pekerjanya paling tidak bahagia. Jika sebagai pekerja menghabiskan lebih dari separuh hidupnya untuk bekerja, maka berdasarkan survei tersebut kita dapat juga memperkirakan bahwa hidup kita sebagian besar jauh dari tujuan kita yaitu berbahagia.

     Kebahagiaan kerja penting untuk para pekerja dan juga untuk organisasi di tempat para pekerja menjalani kehidupan kerjanya. Rasa bahagia dapat meningkatkan imunitas tubuh. Peningkatan ini akan membuat para pekerja menjadi lebih sehat dan jarang terkena penyakit. Bahagia di tempat kerja akan memengaruhi kebahagiaan dalam kehidupan pribadi kita, begitu juga sebaliknya. Bagi organisasi tempat pekerja bekerja, kebahagiaan pekerja penting untuk diperhatikan. Organisasi ingin karyawannya bahagia. Bos tidak ingin setiap hari melihat dan terbayang-bayang dengan wajah bawahan yang tidak bahagia. Membayangkan raut muka yang sedih, muram dan tidak bercahaya membuat kita juga menjadi tidak bergairah dalam bekerja.

    Memiliki pekerja yang bahagia akan memberikan keuntungan bagi organisasi. Kebahagiaan bekerja menunjukkan kepuasan dalam bekerja. Rasa puas ini akan membuat para pekerja menjadi lebih lama bertahan di perusahaan. Jika lebih lama bertahan, perusahan tidak lagi disibukkan dengan kegiatan dan juga beban biaya rekrutmen dan pelatihan yang dilakukan karena keluar masuknya pekerja yang mengundurkan diri dari organisasi. Organisasi dapat fokus pada pengembangan dan strategi untuk bersaing dengan organisasi lainnya. Menurut penelitian, pekerja yang merasa bahagia akan lebih semangat menjalankan pekerjaannya. Pekerja yang bahagia akan lebih produktif daripada yang tidak merasa bahagia dalam bekerja. Pekerja yang merasa bahagia dalam bekerja akan mampu lebih fokus dalam bekerja dan mampu mengeluarkan ide kreatif dan inovatif yang dapat berdampak pada kemajuan organisasi tempat ia bekerja.

    Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kebahagiaan para pekerja. Meningkatkan pendapatan para pekerja mungkin adalah kebanyakan cara yang dilakukan oleh organisasi. Tetapi apakah cara itu cukup efektif dan bertahan lama? Alih-alih meningkatkan kebahagiaan, malah dapat menjadi beban keuangan bagi organisasi jika harus meningkatkan terus pendapatan tanpa diiringi peningkatan produktivitas. Pendapatan bukanlah faktor satu-satunya dalam menentukan kebahagiaan dari para pekerja.

    Banyak faktor yang dapat membuat pekerja menjadi tidak berbahagia dalam bekerja. Faktor-faktor itu antara lain seperti tekanan pekerjaan, kurangnya apresiasi terhadap prestasi dan kurangnya kesempatan untuk mengembangkan diri. Selain itu, relasi dan komunikasi dengan rekan kerja ataupun atasan yang tidak baik serta lingkungan yang tidak menyenangkan juga dapat membuat pekerja menjadi tidak bahagia. Mengingat banyak faktor yang membuat kita tidak berbahagia, mungkinkah kita berbahagia dalam bekerja?
Selain upaya yang dilakukan oleh organisasi, banyak cara yang juga dapat diupayakan oleh kita para pekerja untuk meningkatkan dan mencapai kebahagiaan, salah satunya dengan melakukan latihan three good things yaitu menuliskan 3 hal baik yang terjadi ketika kita bekerja.

Bagaimana caranya?

Three good things dapat dilakukan melalui tiga tahapan berikut:

1.      Mengingat peristiwa positif
        Kita perlu mengingat-ingat kembali kejadian atau peristiwa positif apa yang telah kita alami sepanjang hari tadi ketika kita bekerja. Kita dapat memilih 3 peristiwa yang menimbulkan emosi positif bagi kita seperti bahagia, senang, percaya diri, antusias, semangat, berharga dan lainnya. Proses mengingat-ingat ini akan memunculkan kembali emosi positif kepada kita. Peristiwa yang dimaksud  tidaklah  harus peristiwa yang besar dan luar biasa, tetapi lebih disaranakn peristiwa kecil keseharian yang sifatnya sederhana. Salah satu contoh peristiwa yang sederhana dan kecil yang membuat senang misalnya adalah peristiwa disapa oleh bos dengan senyum dan menyebutkan nama kita.
 

2.       Menuliskan peristiwa positif
        Setelah kita mengingat dan memilih peristiwa positif, Kita perlu menuliskan peristiwa atau pengalaman itu. Kita dapat memilih untuk menuliskannya dalam buku atau menuliskannya pada aplikasi jurnal di smartphone kita. Tentu saja terserah mana yang lebih nyaman bagi kita. Yang terpenting kita dapat menuliskan dengan detail peristiwa yang kita alami dengan nyaman dan leluasa. Seringkali buku merupakan pilihan yg baik untuk menulis dengan nyaman dan lebih leluasa.

     Menulis dapat membantu kita menata ingatan, meneliti dengan seksama pikiran kita dan meletakannya pada konteks. Menulis membuat kita menerima peristiwa yang terjadi tersebut sebagai bagian dari hidup kita. Menulis membuat kita mengingat-ingat lebih lama  pengalaman tersebut dan mengaktifkan kembali emosi positif yang kita rasakan saat itu. Emosi positif tersebut akan menjadi lebih lama kita rasakan dan akan menjadi lebih kuat.

3.      Merefleksikan peristiwa positif tersebut
      Setelah kita menuliskan secara detail peristiwa yang terjadi, langkah berikutnya adalah merefleksikan pengalaman atau mencari makna pengalaman tersebut. Mengapa pengalaman tersebut terjadi? Apa peran kita dalam peristiwa tersebut? Memberikan makna atas peristiwa yang terjadi membuat kita bersyukur atas apa yang terjadi kepada kita. Bersyukur akan membuat kita merasa senang dan bahagia. Setelah menemukan makna dari peristiwa tersebut, selanjutnya maka kita dapat menuliskan untuk memberikan penegasan dan penguatan pada diri kita. 

Kapan waktu yang tepat untuk melakukannya?
       Sediakan waktu sekitar 30 menit sebelum tidur setiap malamnya. Lakukan setidaknya selama satu minggu. Kita perlu menyediakan waktu  secara khusus agar kegiatan ini tidak terinterupsi oleh kegiatan lain. Kegiatan ini dilakukan sebagai kegiatan penutup hari. Pastikan aktivitas lain telah selesai dan tidak akan mengganggu kegiatan three good things ini. Lakukan satu persatu secara berurutan dan bertahap, setelah selesai 3 tahap untuk satu kejadian, baru kemudian berpindah  ke peristiwa kedua dan ketiga.
Secara genetik kita lebih mudah mengingat hal negatif daripada hal positif. Ingatan negatif membantu kita untuk bertahan hidup. Sejarah evolusi kita mengatakan bahwa ingatan negatif membantu memberikan tanda atau peringatan akan adanya bahaya di sekitar kita. Selain itu, kejadian yang mempunyai makna dan muatan emosi lebih mudah terekam dalam ingatan kita. Seringkali yang lebih banyak terekam dalam ingatan kita adalah ingatan negatif daripada ingatan positif. Kita lebih mudah mengingat secara detail bagaimana kita mengalami peristiwa memalukan daripada  kapan kita mengalami peristiwa menyenangkan.

      Latihan ini baik dilakukan bagi kita untuk menanamkan lebih banyak ingatan positif daripada ingatan negatif. Semakin kita sering melakukannya, semakin banyak jaringan di otak kita akan terbentuk dan semakin kuat. Dengan demikian, informasi positif akan lebih mudah diingat. Sama  seperti olahraga, semakin kita sering berlatih, maka otot akan semakin kuat dan membentuk tubuh kita. Selain itu, tidur yang cukup juga membantu kita untuk lebih bahagia. Menurut penelitian kurang tidur juga dapat mengurangi kemampuan kita dalam mengingat. Sayangnya ingatan negatif tidaklah berkurang meskipun kurang tidur sehingga ingatan negatif akan lebih banyak.

    Bahagia dalam bekerja itu penting tidak hanya untuk organisasi kita bekerja tapi juga untuk diri kita sendiri. Kita bisa mulai menginvestasikan kebahagiaan kita melalui tabungan emosi positif dalam ingatan kita, dengan mengingat dan memaknai peristiwa kecil dan sederhana. Lakukan three good things/tiga hal baik untuk memaknai setiap perjumpaan dengan orang lain dan peristiwa yang kita hadapi. Mensyukuri dan lebih bahagia tidak hanya hari ini tapi untuk ke depan bersama orang-orang yang kita kasihi. Selamat mencoba dan jangan lupa bahagia!

  Kembali Arsip