AKTUALITA

Forum Studi Dosen di Fakultas Teologi Bahas “Debunking Moral Generalism”

Diskusi Filsafat Metaetika Bersama D. Sukristiono PhD

Fakultas Teologi baru-baru ini menyelenggarakan Forum Studi Dosen yang menghadirkan D. Sukristiono, PhD, sebagai pembicara utama. D. Sukristiono PhD adalah akademisi yang menempuh studi doktoral di bidang filsafat pada universitas terkemuka di luar negeri, dengan fokus riset pada metaetika dan moralitas kontemporer. Pengalaman studinya memberikan perspektif mendalam dalam diskusi filsafat, khususnya mengenai prinsip moral universal.

Acara ini mengangkat tema menarik “Debunking Moral Generalism” yang berfokus pada ranah filsafat, khususnya bidang metaetika.
Pada forum tersebut, D. Sukristiono, PhD, mengajak para peserta untuk merenungkan pertanyaan mendasar dalam etika: apakah terdapat prinsip moral universal yang niscaya benar? Melalui pemaparan yang mendalam, beliau menyimpulkan bahwa tidak ada prinsip moral universal yang dapat diklaim kebenarannya secara mutlak. Sebagai alternatif, ia memandang bahwa moralitas selalu bersifat partikular. Inilah yang disebut sebagai moral partikularisme.

Kesimpulan ini didukung oleh tiga argumen utama yang beliau paparkan. Pertama, argumen metafisis yang mempertanyakan dasar eksistensi prinsip moral universal. Asumsi metafisis dari adanya prinsip moral universal adanya yang disebut sebagai robust base property, sebuah sifat non-moral yang akan selalu terhubung dengan sifat moral tertentu. Dari penelitian ditemukan bahwa robust base property yang diajukan tidak pernah ada. Kedua, argumen epistemologis yang menyoroti bahwa pengetahuan moral manusia tidak berasal dari pola hubungan antara sifat non-moral dengan sifat moral tertentu. Ketiga, argumen pedagogis yang menggarisbawahi pentingnya proses masuk dan mengalami sendiri proses menemukan keputusan moral dalam kasus-kasus yang konkret. Pembicara menyebutnya sebagai proses imersi.

Forum ini memberikan wawasan baru bagi para dosen dan peserta yang hadir, serta memperkaya diskusi akademik tentang relevansi prinsip moral dalam kehidupan nyata. Diskusi berlangsung hangat dan mengedepankan semangat keilmuan yang kritis serta terbuka.

  Kembali
Lihat Arsip