BERITA

Mahasiswa Matematika USD Raih Perunggu dari Ajang ONMIPA Perguruan Tinggi 2024


USD Jumat, 18 Mei 2024, Justin Hasim, Mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi USD, berhasil meraih medali Perunggu dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) tahun 2024 yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 12-17 Mei 2024.  

Seleksi dalam ONMIPA-PT ini terbagi atas dua tahap. Tahap pertama berupa seleksi wilayah. Setiap perguruan tinggi di Indonesia boleh mengirimkan maksimal 5 orang perwakilan per bidang untuk bertanding. Dari 1200 peserta yang mengikuti seleksi tahap pertama, dipilih 65 peserta yang lolos untuk bertanding di tingkat nasional.
Tahap kedua adalah seleksi tingkat nasional. Selama dua hari, para peserta mengerjakan 5 soal essay selama 4 jam. Dari seleksi ini akan dipilih 20 peserta dengan poin tertinggi. Mereka yang menang inilah yang meraih penghargaan dari medali emas sampai honorable mention.

Justin menuturkan bahwa raihan prestasi ini sejalan dengan minatnya menekuni matematika sejak berada di bangku Sekolah Dasar. Prestasi yang diraihnya dalam ONMIPA-PT 2024 ini adalah mimpinya setelah beberapa kali mengikuti olimpiade namun namun belum pernah sampai di tingkat nasional.

“Saya merasa gembira saat nama saya dipanggil dalam pengumuman pemenang. Medali perunggu ONMIPA bagi saya merupakan pencapaian terbesar sampai saat ini. Ini tentu sesuai dengan apa yang saya hidupi ‘there's always room for improvement’. Saya semakin termotivasi untuk meraih lebih di ONMIPA tahun depan. Saya juga berharap pencapaian ini bisa memotivasi lebih banyak mahasiswa USD untuk berkompetisi di ONMIPA dan menciptakan lingkungan yang suportif agar bisa berkembang bersama-sama,” ungkapnya. 

Mahasiswa angkatan 2021 ini juga menuturkan bahwa hasil ini adalah berkat dukungan banyak pihak seperti orang tua, teman serta para dosen.

“Saya merasa di Universitas Sanata Dharma tercipta lingkungan yang kompetitif dan bisa saling mendukung. Saya bertemu dengan teman-teman seperjuangan dan dosen-dosen sangat terbuka untuk membantu kesulitan yang saya hadapi” tuturnya.

Mahasiswa asal Kepulauan Bangka Belitung ini mengungkapkan bahwa adalah suatu proses panjang yang lahir dari fokus dan ketekunan.

“Di tahun pertama perkuliahan, saya hanya fokus untuk beradaptasi dengan materi dan jadwal kuliah sambil memperkuat pondasi sebagai mahasiswa matematika. Setelah itu saya mencoba untuk mengikuti kompetisi-kompetisi dan mendalami materi-materi yang sering dipakai dalam lomba. Tentu ada hal yang harus dikorbankan karena saya harus mengurangi waktu untuk aktif dalam organisasi mahasiswa untuk terus belajar. Saya sadar bahwa waktu yang tersedia terbatas, sehingga saya harus manfaatkan untuk tekun disitu,” pungkasnya. 

(YMA/HUMAS)

 kembali