AKADEMIK

Penyelenggaraan Pendidikan

4.1  KURIKULUM PROGRAM STUDI MATEMATIKA

Sejalan dengan adanya berbagai dinamika yang berkembang baik dinamika internal maupun eksternal maka pada tahun 2023 dilakukan peninjauan kembali kurikulum.

Dinamika internal
terkait  semakin diinternalisasikannya nilai-nilai dasar USD, profil lulusan USD yang dicita-citakan sebagai output pendidikan, internalisasi paradigma Pedagogi Ignasian yang menjadi tumpuan implementasi kurikulum dalam pembelajaran, serta keinginan untuk semakin mengoptimalkan kerja sama keilmuan lintas bidang untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Dinamika eksternal terkait dengan perkembangan undang-undang pendidikan di tingkat nasional, misalnya terbitnya Peraturan Pemerintah RI Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, serta yang terbaru terkait dengan Outcome Based Education (OBE) dan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM).

4.1.1  Konsep Pendidikan Outcome-Based Education (OBE)

Konsep OBE yang menyiapkan mahasiswa mengenal potensi dirinya dan siap untuk melaksanakan kehidupan dan berkarya sejalan dengan proses pengembangan diri. Ada tiga hal utama dalam pencapaian OBE, yakni:

  a.   Tujuan Program Studi : Kemampuan yang dimiliki alumni setelah 3 sampai dengan 5 tahun lulus, harus memiliki kemampuan untuk belajar sepanjang hayat dan pengembangan mandiri, yang dapat ditunjukkan melalui suatu proses evaluasi yang disebut pelacakan lulusan;

  b.   CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) : rumusan kemampuan yang dicapai oleh mahasiswa dan dapat dibuktikan saat lulus sarjana melalui asesmen yang terukur;

  c.  CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) : rumusan kemampuan yang dicapai oleh mahasiswa setiap selesai mengikuti kegiatan perkuliahan;

Tahapan penyusunan kurikulum dimulai dari analisis kebutuhan (market signal) yang menghasilkan profil lulusan yang tertuang dalam tujuan program studi. Dari analisis kebutuhan juga dirumuskan bahan-bahan   disiplin sesuai dengan bidang ilmunya (scientific vision). Selanjutnya dari kedua hasil tersebut dirumuskan capaian pembelajaran lulusan (CPL) serta capaian pembelajaran matakuliah (CPMK). Matakuliah-matakuliah diorganisasi dalam bentuk kurikulum program studi. 

Dengan logika tahapan seperti di atas, maka tujuan program studi dapat dicapai secara berjenjang melalui pemenuhan capaian pembelajaran setiap matakuliah dan selanjutnya akumulasi dari pemenuhan semua CPMK berarti pemenuhan CPL .

OBE adalah proses pendidikan yang berfokus pada tercapainya kompetensi lulusan secara riil. Untuk mencapai itu semua, perlu dilakukan pengorganisasian kurikulum, sistem pembelajaran dan penilaian secara terstruktur untuk memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik dan keluaran/capaian pembelajaran lulusan tercapai. OBE ini juga merupakan tuntutan proses akreditasi BAN-PT/LAM-PT yang baru dan juga akreditasi internasional.

Pelaksanaan proses pembelajaran berbasis OBE pada umumnya berlangsung dalam bentuk interaksi antara dosen, mahasiswa, dan sumber belajar dalam lingkungan belajar tertentu yang telah dirancang dengan benar. Demikian juga dengan proses pembelajaran berbasis OBE di setiap mata kuliah juga harus dilaksanakan sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Proses pembelajaran melalui kegiatan kurikuler wajib dilakukan secara sistematis dan terstruktur melalui berbagai mata kuliah dan dengan beban belajar yang terukur, dan yang menjadi khas untuk OBE adalah proses asesmen oleh dosen atas kemampuan mahasiswanya. Seperti halnya proses pembelajaran biasa, maka proses pembelajaran berbasis OBE juga diselenggarakan melalui kegiatan kurikuler wajib menggunakan metode pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata kuliah untuk mencapai kemampuan tertentu yang ditetapkan dalam mata kuliah dalam rangkaian pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.

Asesmen atau penilaian adalah satu atau lebih proses untuk melakukan identifikasi, mengumpulkan, dan menyiapkan data untuk mengevaluasi ketercapaian learning outcome mahasiswa. Asesmen yang efektif biasanya menggunakan pengukuran langsung, pengukuran tidak langsung, pengukuran kuantitif dan pengukuran kualitatif yang relevan sesuai dengan outcome yang akan diukur. Sesuai dengan Permendikbud No. 03 tahun 2020, maka USD wajib menjalankan standar penilaian pembelajaran yang merupakan kriteria minimal tentang penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa ini meliputi: (a) prinsip penilaian; (b) teknik dan instrumen penilaian; (c) mekanisme dan prosedur penilaian; (d) pelaksanaan penilaian;(e) pelaporan penilaian; dan (f) kelulusan mahasiswa. Dosen USD wajib menjalankan prinsip penilaian yang mencakup prinsip edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi. Prinsip edukatif merupakan penilaian yang memotivasi mahasiswa agar mampu: (a) memperbaiki perencanaan dan cara belajar; dan (b) meraih capaian pembelajaran lulusan. Prinsip otentik merupakan penilaian yang berorientasi pada proses belajar yang berkesinambungan dan hasil belajar yang mencerminkan kemampuan mahasiswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Prinsip objektif merupakan penilaian yang didasarkan pada standar yang disepakati antara dosen dan mahasiswa serta bebas dari pengaruh subjektivitas penilai dan yang dinilai. Prinsip akuntabel merupakan penilaian yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas, disepakati pada awal kuliah, dan dipahami oleh mahasiswa. Prinsip transparan merupakan penilaian yang prosedur dan hasil penilaiannya dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan.

4.1.2  Konsep  Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM).

Kebutuhan pendidikan tinggi saat ini adalah mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan kehidupan di dunia karir. Pendidikan tinggi tidak sekedar mengupayakan ketercapaian capaian pembelajaran tetapi juga harus mempersiapkan mahasiswa untuk berpikir kritis dengan tata nilai kehidupan dan memilih peluang yang mereka butuhkan agar berhasil dalam jalur yang mereka pilih. Guna menjawab kebutuhan tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Permendikbud No 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi menetapkan Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MB-KM). Kebijakan ini memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studinya. Melalui program ini, terbuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan minat dan cita-citanya. Kebijakan ini memberikan kerangka untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi. 

4.1.3  Konsep  OBE dan MB-KM dalam kurikulum Prodi Matematika

Sejalan dengan konsep OBE dan MB-KM, matakuliah-matakuliah dalam Kurikulum Prodi Matematika dilaksanakan dan dievaluasi berdasarkan prinsip-prinsip  yang sesuai.

Matakuliah-matakuliah dikelompokkan dalam dua kelompok besar, yakni kelompok matakuliah wajib dan kelompok matakuliah pilihan, yang terwadahi dalam konsentrasi Matematika Terapan. Sesuai dengan semangat program MB-KM, standar proses pembelajaran menyediakan paling sedikit 125 sks yang merupakan matakuliah-matakuliah wajib yang ditempuh di dalam program studi. Selebihnya,  sebanyak 19 sks dapat ditempuh dengan cara 1) menempuh matakuliah pilihan di Program Studi, 2) menempuh matakuliah di Program Studi lain di USD, 3) menempuh matakuliah di program studi yang sama di Perguruan Tinggi yang berbeda; 4) melakukan kegiatan di luar perguruan tinggi yang disetarakan dengan matakuliah; 5) mengombinasikan butir 1 sampai 4.  Pelaksanaan pengambilan matakuliah atau kegiatan akan diatur dalam pedoman tersendiri.

Dengan semangat OBE, penyusunan kurikulum juga memperhatikan informasi yang semakin lengkap terkait dengan bidang kerja para lulusan Program Studi Matematika yang diperoleh melalui tracer study dan masukan dari tenaga ahli. Berdasarkan informasi tersebut program studi menegaskan kembali perlunya memberikan bekal yang lebih fokus kepada para lulusan dengan mempertimbangkan kebutuhan pemangku kepentingan terkait dengan penerapan matematika pada dunia kerja. Hasil dari tracer study ini dimanfaatkan program studi untuk:

1.)Mengevaluasi sejauh mana lulusan program studi diserap oleh lapangan kerja, yang menyangkut tempat/posisi di lapangan pekerjaan, gaji awal yang diterima serta tuntutan pekerjaan.

2.)Mengetahui ketrampilan/kemampuan tambahan apa saja yang diperlukan oleh lulusan di tempat kerja.

3.)Mengetahui relevansi antara kurikulum dengan tuntutan pekerjaan.

4.)Mengevaluasi kurikulum program studi.

5.)Mengetahui “waktu tunggu‟ memperoleh pekerjaan setelah lulus.

Hasil evaluasi maupun informasi yang diperoleh dari studi pelacakan kemudian digunakan sebagai masukan bagi program studi untuk mengevaluasi kurikulum dan selanjutnya memperbaikinya. Dalam konteks kurikulum baru ini, hasil tracer study memberi inspirasi program studi untuk merumuskan profil lulusan. Selain itu, karena program studi juga tergabung dalam Himpunan Matematika Indonesia (IndoMS), maka penyusunan kurikulum Program Studi Matematika USD juga memperhatikan kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat oleh IndoMS, khususnya yang terkait dengan profil lulusan, learning outcomes, dan bahan kajian.

Hal yang tidak kalah penting dalam penyusunan kurikulum ini adalah rekomendasi tentang penyusunan kurikulum Prodi Matematika dari CUPM yang hingga saat ini kiranya masih tetap relevan untuk dipertimbangkan terkait dengan penyusunan maupun implementasi kurikulum. Secara ringkas rekomendasi-rekomendasi tersebut diantaranya:

1.)Mengembangkan pola pikir matematis dan ketrampilan komunikasi

Perkuliahan perlu dirancang untuk menjadikan mahasiswa memiliki kemajuan dalam memahami matematika, dari pemahaman prosedural/komputasional menuju pemahaman yang lebih luas, yang mencakup penalaran logis, generalisasi, abstraksi, dan bukti formal. Selain itu, mahasiswa juga perlu diberi pengalaman belajar untuk menganalisis data secara tepat dan mengomunikasikannya dengan argumen yang tepat baik secara lisan maupun tulisan.

2.)Mengembangkan ketrampilan dengan berbagai alat teknologi

Perkuliahan dirancang agar mahasiswa memiliki pengalaman belajar menggunakan berbagai software matematika sebagai alat bantu untuk memahami ide-ide matematika dan memudahkan eksplorasi secara lebih luas.

3.)Memberikan cara pandang yang luas tentang ilmu-ilmu matematika

Perkuliahan dirancang agar mahasiswa memiliki perspektif yang luas tentang matematika misalnya terkait dengan model diskrit dan kontinu, aljabar dan geometri, deterministik dan stokastik, teori dan terapan matematika. Mahasiswa perlu memahami bahwa matematika adalah suatu bidang yang manarik dan dapat diterapkan secara luas di bidang ilmu yang lain.

4.)Mendorong proses pembelajaran secara mendalam

Perkuliahan dirancang agar mahasiswa memiliki kesempatan untuk mempelajari suatu bidang tertentu secara mendalam, mengasah kemampuan mengintegrasikan dan membuat sintesis dalam bentuk laporan sebagai konsekuensi dari belajar secara mendalam.

5.)Mendorong kerjasama interdisipliner

Matematikawan hendaknya bekerja sama dengan teman sejawat yang berlatar belakang bidang ilmu lain untuk meningkatkan kerja sama lintas disiplin. Rekomendasi ini sesuai dengan semangat kurikulum USD yang mendorong kerja sama lintas prodi.

6.)Mendorong dan mendampingi mahasiswa dengan mayor matematika

Rekomendasi ini dimaksudkan agar mahasiswa Program Studi Matematika diberi motivasi yang tinggi untuk keberlangsungan minat belajar matematika di Prodi Matematika. Pembelajaran yang menarik, informasi karir bidang matematika, pendampingan dalam bentuk konsultasi, peningkatan peran pembimbing akademik dan menciptakan atmosfir yang kondusif adalah bentuk-bentuk aktivitas yang dapat dilakukan.

 kembali