
More than an educator. More than a teacher.
Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah pendidik yang mumpuni dan memiliki keterampilan masa depan atau future skills. FKIP USD telah 70 tahun lebih menyiapkan generasi muda untuk menjadi pendidik yang mumpuni. Saat ini kurikulum di prodi-prodi FKIP telah direvitalisasi sehingga lulusan FKIP bukan hanya sekedar guru, bukan hanya sekedar pendidik tetapi lulusan FKIP adalah pendidik yang mumpuni yang bersertifikasi future skills seperti International Curriculum, coding, Jurnalisme, Sinematografi dan sertifikasi lain.
Mari bergabung dengan prodi-prodi di FKIP USD untuk menjadi pendidik yang mumpuni dan bersertifikat future skills.
F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D.
Dekan
SelengkapnyaBERITA-SEPUTAR FKIP
Workshop Revitalisasi Praktik Kependidikan Menuju Kurikulum yang Adaptif, Digital, dan Bernuansa Ignasian
Jumat, 12 Juni 2026 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan workshop intensif guna menyusun pedoman baru Praktik Kependidikan serta integrasi kurikulum Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Kegiatan ini merupakan langkah strategis fakultas untuk merespons dinamika pendidikan nasional yang berubah sangat dahsyat, termasuk penyesuaian dengan aturan LAMDIK yang mensyaratkan durasi praktik selama 3 hingga 6 bulan. Workshop dibuka oleh Dewa Putu Wiadnyana Putra, S.Pd., M.Sc., dengan doa bersama dan penyampaian agenda kegiatan yang bertujuan untuk mempersiapkan pedoman yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, serta mitra sekolah<br />
Selengkapnya
Mengubah Distraksi Digital: Scroling to Growing
Sabtu, 9 Mei 2026, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma sukses menyelenggarakan Seminar Lokal Pendidikan 2026, bertempat di Ruang Seminar Driyarkara. Mengangkat tema inspiratif "Mengubah Distraksi Digital: <em>Scrolling to Growing</em>," acara ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai tantangan belajar di tengah arus informasi digital yang masif. Acara dipandu oleh dua pembawa acara, Ni Nyoman Tunjung Adi Putri dan Ganda Bintang Arista, yang memeriahkan suasana dengan jargon khas: "Seminar Lokal Pendidikan 2026: <em>Stop Scrolling, Start Growing</em>!".<br />
SelengkapnyaBERITA PRODI
Menangkal Isu Kontemporer, Mahasiswa PGSD USD Gelar Puncak Mimbar Debat 2026
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
YOGYAKARTA – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma (USD) sukses menggelar acara "Puncak Mimbar 2026" pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Kampus 1 USD, Yogyakarta. Kegiatan debat akademik yang bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa semester empat ini menjadi panggung adu gagasan kritis yang didampingi langsung oleh jajaran dosen program studi. Rangkaian kegiatan Mimbar ini sejatinya telah berlangsung secara maraton sejak Jumat, 27 Maret 2026, kemudian berlanjut pada Sabtu, 11 April 2026, Sabtu, 9 Mei 2026, hingga mencapai puncaknya di akhir Mei. Di sini, para calon pendidik tingkat dasar tersebut ditantang untuk mengulas, membedah, dan mendebat berbagai isu kontemporer mulai dari peristiwa hangat, konjungtur politik, dunia pendidikan, hingga dinamika budaya yang relevan saat ini. Selain sebagai ruang akademis, agenda tahunan ini dirancang khusus untuk melatih sekaligus mengasah cara berpikir kritis, analitis, logis, dan sistematis di kalangan mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa tim terstruktur untuk merumuskan argumen serta solutif atas mosi-mosi yang dilemparkan. Dipandu oleh Desmurni selaku moderator , babak final Puncak Mimbar menampilkan empat kelompok finalis terbaik yang dipilih langsung oleh para dosen pendamping. Berikut adalah daftar tim dan mahasiswa yang berhasil menembus babak final:
- Kelompok Soekarno: Yeni Kristian Gulo (241134149), Gressya Stella Modesta (241134008), dan Reinardus Wardaya (241134025).
- Kelompok Hatta: Nabila (241134143), Fransiska Infirna Fivarsi Mety (241134062), dan Stephanus Winarno (241134160).
- Kelompok Bung Tomo: Leonardus Dimas Wiyananto Dwi Nugroho (241134129), Veronika Monik Anggreani (241134037), dan Pranciska Eka Marsela (241134082).
- Kelompok Driyarkara: Era (241135054), Brigitta Vanella Dyah Puspitasari (241134040), dan Agnes Rima Asmara (241134024).
Kuliah Umum HMPS PGSD USD 2026: Membangun Guru Sekolah Dasar Profesional Berwawasan Global
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Kuliah umum dengan tema “Becoming a Professional Primary School Teacher in The Netherlands: Training, Challenges, and Expectations” memberikan wawasan mengenai proses pendidikan dan pembentukan profesionalisme guru sekolah dasar di Belanda. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan mahasiswa PGSD tentang sistem pendidikan internasional, khususnya dalam mempersiapkan calon guru yang kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Materi yang disampaikan mencakup proses pelatihan guru, tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan, serta harapan terhadap guru profesional di era modern. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa seorang guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing, inovator, dan teladan bagi peserta didik. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia pendidikan yang terus berkembang. Dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa PGSD mampu mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian agar dapat menjadi guru sekolah dasar yang berkualitas dan berdaya saing global. Kata Kunci: guru profesional, sekolah dasar, pendidikan Belanda, pelatihan guru, mahasiswa PGSD. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertaraf internasional melalui Kuliah Umum bertajuk “Becoming a Professional Primary School Teacher in The Netherlands: Training, Challenges, and Expectations”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026 bertempat di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma dan diikuti oleh mahasiswa PGSD semester 2, 4, dan 6. Kuliah umum ini menjadi salah satu bentuk komitmen PGSD USD dalam mempersiapkan calon guru sekolah dasar yang profesional, reflektif, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan pendidikan global. Dalam era globalisasi, guru tidak hanya dituntut memiliki kemampuan pedagogis yang baik, tetapi juga harus mampu memahami perkembangan pendidikan internasional serta menerapkan pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat sistem pendidikan guru di Belanda melalui pengalaman langsung mahasiswa dari Universitas Ilmu Terapan HAN, Belanda. Kehadiran narasumber internasional memberikan wawasan baru mengenai proses pelatihan guru sekolah dasar, tantangan yang dihadapi calon guru, hingga ekspektasi profesionalisme guru di lingkungan pendidikan Eropa. Acara dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC. Setelah doa pembuka, sambutan disampaikan oleh Kepala Program Studi PGSD USD yang menekankan pentingnya membangun pola pikir global bagi calon pendidik masa depan. Sesi inti kuliah umum berlangsung mulai pukul 09.20 WIB dengan moderator Eny Winarty, Ph.D dan Wahyu Widosari, Ph.D. Dalam pemaparannya, mahasiswa dari Universitas HAN menjelaskan bahwa pendidikan guru di Belanda menekankan praktik langsung di sekolah sejak awal masa perkuliahan. Mahasiswa calon guru tidak hanya belajar teori pembelajaran, tetapi juga dilatih untuk membangun hubungan yang positif dengan peserta didik, menciptakan pembelajaran yang inklusif, serta mengembangkan kreativitas dan kemandirian siswa. Selain itu, penggunaan teknologi dan pembelajaran berbasis proyek menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Belanda. Mahasiswa PGSD USD terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait perbedaan sistem pendidikan Indonesia dan Belanda, pengelolaan kelas, hingga tantangan menjadi guru di era digital. Interaksi ini menjadi pengalaman berharga karena mahasiswa dapat belajar secara langsung mengenai budaya akademik dan praktik pendidikan di negara lain. Tidak hanya berisi kegiatan akademik, kuliah umum ini juga dimeriahkan dengan penampilan mahasiswa PGSD yang menampilkan kreativitas dan semangat kebersamaan. Suasana kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh semangat kolaborasi internasional. Melalui kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa PGSD USD semakin termotivasi untuk mengembangkan kompetensi diri sebagai calon guru profesional yang adaptif, inovatif, dan memiliki wawasan global. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa dunia pendidikan memerlukan kolaborasi lintas negara guna menciptakan generasi pendidik yang mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan. Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMPS PGSD) bersama Program Studi PGSD Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan kuliah umum internasional bertema “Becoming a Professional Primary School Teacher in The Netherlands: Training, Challenges, and Expectations” pada Senin, 11 Mei 2026 di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana pengembangan wawasan akademik mahasiswa dalam memahami sistem pendidikan guru di tingkat internasional. Kuliah umum ini menghadirkan mahasiswa dari Universitas Ilmu Terapan HAN, Belanda, yang membagikan pengalaman mereka selama menempuh pendidikan calon guru sekolah dasar. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas proses pelatihan guru di Belanda, tetapi juga tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan modern, seperti penggunaan teknologi, pendidikan inklusif, hingga pembentukan karakter peserta didik. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa calon guru sekolah dasar di Belanda dibiasakan untuk aktif, kreatif, dan mandiri dalam merancang pembelajaran. Mahasiswa pendidikan guru juga diberikan kesempatan untuk praktik mengajar secara langsung di sekolah dalam waktu yang cukup panjang. Hal tersebut bertujuan agar calon guru mampu memahami kondisi nyata di kelas dan memiliki kesiapan profesional sebelum terjun ke dunia kerja. Selain memperoleh wawasan baru mengenai pendidikan internasional, mahasiswa PGSD USD juga diajak untuk melihat pentingnya kemampuan komunikasi lintas budaya. Diskusi yang berlangsung selama kegiatan menunjukkan antusiasme peserta dalam membandingkan sistem pendidikan Indonesia dan Belanda. Banyak mahasiswa tertarik dengan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik yang diterapkan di Belanda. Kegiatan ini menjadi pengalaman akademik yang bermakna karena membuka pemahaman mahasiswa bahwa pendidikan terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Guru masa kini dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menjadi fasilitator, pembimbing, dan motivator bagi peserta didik. Melalui kuliah umum internasional ini, HMPS PGSD USD berharap mahasiswa semakin terdorong untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan global, dan mempersiapkan diri menjadi guru sekolah dasar yang profesional, inovatif, serta mampu menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Materi yang disampaikan membahas proses pendidikan calon guru di Belanda yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik mengajar secara langsung di sekolah. Selain itu, dibahas pula pentingnya pendidikan inklusif, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan komunikasi dalam membangun pembelajaran yang aktif dan menyenangkan bagi peserta didik. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai perbedaan sistem pendidikan Indonesia dan Belanda, termasuk tantangan yang dihadapi guru dalam menghadapi perkembangan pendidikan abad ke-21. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa PGSD untuk menjadi calon pendidik yang profesional, inovatif, adaptif, dan memiliki wawasan global.Oleh: Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Tahun 2026
Selengkapnya
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa dalam Mengembangkan Kreativitas melalui “Creative Plastic STEAM” di SMA Pangudi Luhur Sedayu
S2 Pendidikan Matematika
Tim dosen dan mahasiswa dari tiga program studi JPMIPA FKIP Universitas Sanata Dharma, yaitu S2 Pendidikan Matematika, S1 Pendidikan Matematika, dan S1 Pendidikan Fisika, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Pangudi Luhur Sedayu pada Jumat (17/4). Kegiatan ini mengusung tema Creative Plastic STEAM sebagai bentuk pembelajaran kontekstual melalui pemanfaatan limbah plastik. Sebanyak 128 siswa mengikuti kegiatan tersebut dan diajak melihat sampah plastik tidak hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai media pembelajaran interaktif berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Kegiatan ini dibimbing oleh Haniek Sri Pratini, Cyrenia Novella Krisnamurti, dan Niluh Sulistyani dari Program Studi S1 Pendidikan Matematika; Dwi Nugraheni Rositawati dari Program Studi S1 Pendidikan Fisika; serta Chatarina Enny Murwaningtyas dari Program Studi S2 Pendidikan Matematika. Kegiatan ini juga didampingi sembilan mahasiswa dari ketiga program studi tersebut.
Selengkapnya
Kegiatan Pembuatan Matcha Menjadi Sarana Pembelajaran STEAM Preneur untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa SMA Pangudi Luhur Yogyakarta
S2 Pendidikan Matematika
Seluruh siswa kelas XI SMA Pangudi Luhur Yogyakarta mengikuti kegiatan STEAM preneur: Proyek Pembuatan Minuman Berbasis Matcha yang didampingi dosen dan mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Tim dosen pendamping terdiri dari Dr. Chatarina Enny Murwaningtyas, Dr. Haniek Sri Pratini, Cyrenia Novella Krisnamurti, M.Sc., Niluh Sulistyani, M.Pd., Dr. Dwi Nugraheni Rositawati, serta Catharina Wigati Retno Astuti, M.Si., M.Ed.. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan pembelajaran berbasis proyek yang memadukan Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, dan Entrepreneurship melalui praktik langsung. Setiap kelas dibagi menjadi lima kelompok dan membuat varian minuman seperti strawberry matcha latte, choco matcha latte, mango matcha latte, serta matcha latte with dalgona coffee. Siswa merancang resep, membagi tugas, melakukan praktik pembuatan, menganalisis unsur STEAM, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, serta menyusun sasaran pemasaran dan media promosi. Karena rupanya satu gelas minuman sekarang wajib punya business plan.
SelengkapnyaDiskusi Kamisan, Ruang Refleksi melalui Film Dokumenter
Pendidikan Sejarah
Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Sejarah menyelenggarakan Diskusi Kamisan sebagai ruang dialog terbuka untuk membangun budaya berpikir kritis di kalangan mahasiswa.Diskusi Kamisan perdana dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 11.00-13.00 WIB di Ruang K/33 Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Kampus I Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam kegiatan ini peserta diskusi bersama- sama menyaksikan film dokumenter “Wet Earth Warm People” (1971) yang disutradarai oleh Michael Rubbo dan diproduksi oleh National Film Board of Canada.Film ini menceritakan kisah kehidupan masyarakat Indonesia di masa Orde Baru, khususnya kebijakan sosial yang diterapkan oleh Gubernur Ali Sadikin pada periode 1967-1977 serta keteladanan dari Kapolri Jendral Polisi Hoegeng Imam Santoso. Kebijakan tersebut antara lain berkaitan dengan pelegalan perjudian dan prostitusi di wilayah Jakarta. Melalui tayangan film ini, peserta diajak untuk merefleksikan dinamika modernitas masyarakat Indonesia serta memahami latar belakang kebijakan sosial pada masa tersebut.Diskusi ini dipandu oleh Vitus Eriksan Tambayong, mahasiswa Pendidikan Sejarah angkatan 2025 Universitas Sanata Dharma. Kegiatan ini juga dihadiri oleh mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta.Kegiatan ini memperkuat solidaritas antarangkatan mahasiswa Pendidikan Sejarah serta meningkatkan wawasan mendalam mengenai konsep moralitas dan modernitas dalam kajian sejarah. Selain itu, diskusi ini menegaskan bahwa dalam pendidikan sejarah tidak hanya berfokus pada tokoh-tokoh besar, tetapi juga memahami dinamika kehidupan masyarakat yang sering kali terlewatkan dalam pembelajaran sejarah.Diskusi Kamisan diharapkan dapat terus diselenggarakan secara rutin sebagai ruang literasi dan ruang dialog terbuka bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan serta memperdalam wawasan sejarah.
SelengkapnyaFESTIVAL TEATER RAKYAT PERDIKKATI 2026 SECARA ONLINE
Pendidikan Keagamaan Katolik
UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN JURUSAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEAGAMAAN KATOLIK JI. Ahmad Jazuli 2, Tromolpos 75, Yogyakarta 55002 Telp. (0274) 589035, 541642 Fax. (0274) 541641. Email: prodipendikkat@dosen.usd.ac.id TERM OF REFERENCE (TOR) “FESTIVAL TEATER RAKYAT PERDIKKATI 2026 SECARA ONLINE” A. Latar belakang Teater rakyat bukanlah sekadar seni pertunjukan biasa. Ia adalah sebuah gerakan-gerakan yang lahir dari rahim spiritualitas Injili dan dihidupkan oleh semangat untuk menggugat kemapanan demi terwujudnya Kerajaan Allah. Selama puluhan tahun yang lalu hingga tahun 2026, Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik, FKIP, Universitas Sanata Dharma setiap tahunnya menyelenggarakan pentas Teater Rakyat untuk umum sebagai puncak dari perkuliahan “Public Speaking dan Teater.” Atas pengalaman tersebut, Pendikkat-USD sebagai bagian dari Perdikkati (Perkumpulan Prodi Pendididikan Keagamaan Katolik Indonesia) dalam tahun 2026 ini dipercaya oleh PERDIKKATI untuk menjadi panitia untuk penyelenggarakan FESTIVAL TEATER RAKYAT PERDIKKATI 2026 tingkat national secara on line.Teater rakyat adalah medium komunikasi, alat pewartaan, dan cermin kehidupan umat yang memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Yesus sendiri, dalam pewartaan-Nya, menggunakan perumpamaan narasi yang menyentuh, menggugah, dan mengundang pendengar untuk berpikir dan memutuskan sendiri. Teater rakyat berfungsi sebagai perumpamaan modern: ia menyajikan masalah-masalah nyata yang dialami umat dalam bentuk seni, lalu mengundang komunitas untuk merefleksikan dan mendiskusikannya. Ini berbeda dengan komunikasi vertikal yang menempatkan umat sebagai penerima pesan pasif. Teater rakyat menghidupkan komunikasi horisontal, di mana setiap orang adalah partisipan sumber sekaligus penerima, pembicara sekaligus pendengar dalam semangat dialog yang setara, bebas, dan demokratis.Model komunikasi yang dihidupkan teater rakyat sejalan dengan cara Yesus berkomunikasi: menghargai pendengar, memberi perhatian pada penderitaan masyarakat, berterus-terang atas ketidakadilan demi membenarkan para korban, menawarkan kebebasan sebagai nilai tertinggi, dan mengajak setiap orang untuk mengambil keputusan berdasarkan hati nuraninya sendiri. Yesus tidak berbicara seperti ahli Taurat yang menciptakan ketergantungan. Demikian pula teater rakyat bukan pertunjukan yang meninabobokkan, melainkan medium yang membebaskan.Sebagai bagian dari group media, teater rakyat memiliki ciri khas yang membedakannya dari pertunjukan seni konvensional: sasarannya adalah kelompok-kelompok kecil yang memiliki tujuan bersama, bahan yang disajikan memiliki kualitas seni yang memikat, program dibuat pendek agar tersedia waktu untuk diskusi, dan seluruh proses diarahkan bukan pada hiburan semata, melainkan pada pendalaman kehidupan bersama. Metode ini lahir dari pengalaman nyata umat basis di Amerika Latin pada tahun 1970-an dan telah terbukti mampu menghidupkan komunitas-komunitas iman di tingkat akar rumput.Teater rakyat menyediakan ruang bukan sekadar seni, melainkan juga bentuk pertanggungjawaban kita sebagai pewarta Injil terhadap realitas sosial. Atas dasar itulah Festival Teater Rakyat ini diselenggarakan. Festival ini bukan sekadar ajang pentas seni, melainkan sebuah ruang perjumpaan, refleksi, dan penguatan spiritualitas bagi para calon pewarta awam, biarawan-biarawati, dan imam yang kelak akan hadir di tengah-tengah umat. Melalui festival ini, para peserta diajak menghayati teater rakyat bukan sebagai keterampilan teknis semata, melainkan sebagai panggilan hidup: hidup demi sanyata dharma, mengabdi kebenaran.B. Tujuan kegiatan Tujuan Festival Teater Rakyat ini adalah pertama menyediakan ruang ekspresi secara nasional bagi prodi-prodi yang terlampir pada poin D, sehingga dapat menambah nilai bagi kualitas prodi tersebut. Tujuan kedua adalah membangun sikap keberpihakan dengan menyuarakan keprihatinan yang dialami oleh sebagian kelompok masyarakat dalam bentuk seni teatrikal yang bersifat kerakyatan. Tujuan ketiga adalah menyiapkan para guru agama dan petugas pastoral yang berbakat dalam seni pertunjukan sebagai sarana pewartaan iman.C. Tema KegiatanTema Festival Teater Rakyat 2026 adalah “Menggemakan Suara dan Membela Mereka yang Terpingirkan.” Cerita yang diangkat dalam pementasan harus sesuai dengan tema tersebut, berdasarkan hasil survai dalam masyarakat/kelompok tertentu dan berdasarkan analisis terhadap masalah yang ditemukan di sana. Proses pentas Teater Rakyat tersebut didokumentasikan secara baik dalam format video. D. Peserta Kegiatan Festival Teater Rakyat ini ditujukan para mahasiswa dari semua Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik dan Pendidikan Teologi dari Perguruan Tinggi Katolik yang terlampir pada poin D. Untuk festival yang pertama ini lingkup pesertanya masih terbatas, yaitu Perguruan Tinggi Katolik saja, karena barn bersifat percobaan dan penjajagan. Ada kemungkinan bahwa dalam tahun-tahun berikutnya, lingkup kepersertaannya dapat diperluas.Adapun daftar Perguruan tinggi yang diundang sebagai berikut: 1. Pendidikan Keagamaan Katolik USD2. Fakultas Teologi USD 3. Unika Atma Jaya Jakarta4. STPkat Semarang 5. Unika St. Paulus Ruteng 6. IPI Malang 7. Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta 8. Universitas St. Thomas Medan 9. Sekolah Tinggi Filsafat Fajar Timur, Jayapura 10. Sekolah Tinggi Filsafat Widya Sasana, Malang 11. STIKPAR Toraja 12. Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak13. Unika Weetebula, Sumba barat Daya14. STIPAS Kupang 15. Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang 16. Fakultas Teologi UNPARE. Linimasa F. Persyaratan Kegiatan1. Peserta teater merupakan Mahasiswa/i dari Program Studi yang telah disebutkan dalam poin D.2. Wajib mendaftarkan diri pada form pendaftaran link: https://forms.gle/WYvNMsbHoVLCBj767 yang diwakilkan oleh ketua kelompok dalam tim3. Setiap Prodi hanya boleh mengirimkan satu pementasan/tim. Wajib melampirkan surat rekomendasi dari Ketua Prodi/Ketua Jurusan yang bersangkutan. 4. Jumlah maksimal partisipan dalam satu pementasan/tim maksimal 15 orang. 5. Wajib mengirimkan naskah pentas sebelum tanggal 30 Juni 2026 melalui Email: perdikkatifestival@gmail.com dalam bentuk PDF dengan format: Naskah Pentas Teater_Nama Tim_Instansi_Judul Naskah6. Naskah/cerita harus berdasarkan hasil observasi atas permasalahan sosial baik nasional maupun permasalahan di tempat masing-masing. 7. Naskah/cerita adalah hasil original, bukan hasil copy-paste8. Durasi rekaman pementasan minimal 10 menit dan maksimal 25 menit (sudah termasuk running caption) 9. Hasil rekaman diunggah dalam google drive dan linknya dikirim melalui Email: perdikkatifestival@gmail.com perdikkatifestival@gmail.com dengan format: Rekaman Pentas Teater_Nama Tim_Instansi_Judul Rekaman 10. Semua entries (Naskah/cerita pementasan) akan dinilai oleh dewan juri dan tidakn bisa diganggu gugat. 11. Biaya pendaftaran Rp. 300.000 Dikirim melalui rekening dibawah ini: G. Hadiah 1. Juara I : Sumbangan Pembinaan senilai Rp. 10.000.000,- + e-sertifikat 2. Juara II : Sumbangan Pembinaan senilai Rp. 7.500.000,- + e-sertifikat3. Juara III : Sumbangan Pembinaan senilai 5.000.000,- + e-sertifikat4. Finalis : e-sertifikat H. Contact Person Informasi terkait Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 Secara Online dapat diakses pada laman situs Pendikkat link: https://web.usd.ac.id/fakultas/pendidikan/pendikkat/ atau dapat menghubungi kontak di bawah ini: WA: 08122788143 (Drs. Y.I. Iswarahadi, S.J., M.A./Ketua Panitia)WA: 082211590748 (Petronela Sulo/Sekretaris) I. PenutupDemikian TOR (Term Of Reference) ini kami susun. Atas perhatian dan dukungan saudara-saudari kami haturkan banyak terima kasih. Tuhan memberkati.
Selengkapnya