Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Previous Next
  • Home
  • Tentang Kami 
    Selamat Datang di FKIP USD Sejarah FKIP-USD Visi dan Misi Akreditasi Program Studi Pusat Penelitian dan Pelayanan Pendidikan (P4) Pusat Studi Lingkungan (PSL) Pusat Penelitian, Pelatihan, dan Pelayanan Konseling (P4KONS) Pejabat Struktural di FKIP Layanan Sekretariat
  • Program Studi
    Bimbingan dan Konseling Ilmu Pendidikan Agama Katolik Magister Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Akuntansi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Biologi Pendidikan Ekonomi Pendidikan Fisika Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Kimia Pendidikan Matematika Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Sejarah S2 Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia S2 Pendidikan Matematika
  • Kemahasiswaan
    Himpunan Mahasiswa Jurusan Program Studi se-FKIP Kegiatan DPM FKIP Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa FKIP (DPM FKIP) Kegiatan BEM FKIP Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP (BEM FKIP)
  • Fasilitas
    Self Access Center (SAC) Laboratorium Bahasa Laboratorium Multimedia Laboratorium Bimbingan dan Konseling Laboratorium Micro Teaching Ruang Tugas Akhir JPMIPA Fabrication Laboratory STEAM Learning Center Pusat Laboratorium Pendidikan Sejarah Laboratorium Montessori Fasilitas di Pendidikan Keagamaan Katolik
  • Kerjasama
    Program Kemitraan Sekolah Laboratorium Internasional Nasional

More than an educator. More than a teacher.
 
Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah pendidik yang mumpuni dan memiliki keterampilan masa depan atau future skills. FKIP USD telah 70 tahun lebih menyiapkan generasi muda untuk menjadi pendidik yang mumpuni. Saat ini kurikulum di prodi-prodi FKIP telah direvitalisasi sehingga lulusan FKIP bukan hanya sekedar guru, bukan hanya sekedar pendidik tetapi lulusan FKIP adalah pendidik yang mumpuni yang bersertifikasi future skills seperti International Curriculum, coding, Jurnalisme, Sinematografi dan sertifikasi lain.
 
Mari bergabung dengan prodi-prodi di FKIP USD untuk menjadi pendidik yang mumpuni dan bersertifikat future skills.

F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D.

Dekan

Selengkapnya  

BERITA-SEPUTAR FKIP

FKIP USD Bekali 13 Mahasiswa untuk Magang Kependidikan Internasional di Joseph Upatham School Thailand

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan Pembekalan Magang Kependidikan bagi mahasiswa yang akan melaksanakan program magang di Joseph Upatham School, Thailand. Kegiatan ini diikuti oleh 13 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Inggris, Bimbingan konseling, dan Pendidikan Ekonomi.<br />

Selengkapnya  
Estafet Kepemimpinan FKIP USD: Mengemban Tugas Perutusan dengan Semangat Kolaborasi dan Kepekaaan Manusia

30 Agustus 2026, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan upacara serah terima jabatan (sertijab) pejabat struktural baru untuk periode masa jabatan 1 Agustus 2026 sampai dengan 31 Juli 2030. Upacara seremonial yang berlangsung dengan penuh khidmat ini menjadi penanda penting bagi keberlanjutan roda organisasi fakultas dalam menjalankan misi pendidikan yang mulia. Acara tersebut dihadiri oleh segenap pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan guna menyaksikan prosesi pelantikan secara langsung, sekaligus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pejabat lama yang telah purna tugas serta menyambut jajaran pejabat baru yang siap mengemban amanah pelayanan di lingkungan kampus hijau.&nbsp;

Selengkapnya  
Berita Lain  

BERITA PRODI

JPMIPA USD Dampingi Guru SMA PL Sedayu Kembangkan Pembelajaran Berbasis STEAM
JPMIPA USD Dampingi Guru SMA PL Sedayu Kembangkan Pembelajaran Berbasis STEAM
S2 Pendidikan Matematika

Sebanyak 13 guru SMA Pangudi Luhur (PL) Sedayu mengikuti workshop perancangan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) yang diselenggarakan akademisi Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA) Universitas Sanata Dharma (USD), Sabtu (5/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pada pukul 08.00–12.00 WIB tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengangkat persoalan sampah plastik di lingkungan sekolah sebagai konteks pembelajaran.Peserta workshop berasal dari berbagai mata pelajaran. Mereka didampingi oleh tim pengabdi USD yang terdiri atas empat dosen serta tiga mahasiswa dari Program Studi S1 Pendidikan Matematika, S2 Pendidikan Matematika, dan S1 Pendidikan Fisika. Komposisi peserta dan pendamping yang berasal dari beragam bidang keilmuan tersebut diarahkan untuk membangun gagasan pembelajaran yang menggabungkan beberapa disiplin ilmu dalam menghadapi permasalahan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.Menurut Ketua Tim Pengabdi USD, Haniek Sri Pratini, sampah plastik dapat ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas daripada sekadar persoalan limbah. Dengan pendekatan STEAM, keberadaan sampah di sekitar sekolah justru dapat dijadikan bahan maupun situasi yang memicu proses belajar siswa.“Kami ingin mendampingi para guru agar mampu merumuskan pembelajaran yang tidak hanya teoritis di dalam kelas, tetapi berakar langsung dari masalah nyata di sekitar siswa. Lewat pendekatan STEAM, sampah plastik yang ada di lingkungan sekolah diolah menjadi pemicu kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah,” ungkap Haniek.Untuk mencapai tujuan tersebut, workshop dirancang dalam empat tahap. Chatarina Enny Murwaningtyas mengawali kegiatan dengan memberikan pengenalan mengenai STEAM. Setelah itu, peserta bersama Dwi Nugraheni Rositawati mengamati dan mengidentifikasi persoalan sampah plastik yang ada di lingkungan sekolah. Hasil identifikasi tersebut kemudian digunakan untuk mencari kemungkinan persoalan yang dapat diangkat menjadi proyek pembelajaran.Pemahaman mengenai penerapan STEAM selanjutnya diperdalam melalui materi strategi pembelajaran yang disampaikan oleh Niluh Sulistyani. Guru kemudian mulai menuangkan gagasan yang telah diperoleh ke dalam blueprint pembelajaran. Pada bagian ini, Haniek Sri Pratini memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta.Blueprint yang disusun mencakup sejumlah komponen pembelajaran. Guru merancang driving question atau pertanyaan pemandu, menentukan tujuan yang hendak dicapai, serta memetakan hubungan antara unsur Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics. Selain itu, mereka turut memikirkan kegiatan yang akan dilakukan siswa, metode asesmen yang digunakan, hingga hambatan yang berpotensi muncul ketika proyek diterapkan.Bagi Koordinator Tim Guru SMA PL Sedayu, Ratna Siwi Widayanti, proses tersebut menjadi pengalaman yang memperluas cara pandang guru dalam merancang pembelajaran. Pertemuan guru dari berbagai mata pelajaran memungkinkan mereka menyatukan materi yang sebelumnya dipelajari secara terpisah.“Workshop ini sangat membuka wawasan kami. Guru-guru dari berbagai mata pelajaran bisa saling berkolaborasi menyusun materi yang saling terhubung. Siswa tidak lagi belajar mata pelajaran secara terpisah, melainkan belajar menyelesaikan masalah nyata secara utuh,” ujarnya.Dari kegiatan perancangan, lahir tiga alternatif proyek yang mengangkat pemanfaatan sampah plastik. Salah satunya diberi nama Aquarium Mini. Dalam rancangan ini, guru menggabungkan pembelajaran mengenai pengukuran volume dengan estimasi material yang diperlukan serta pertimbangan estetika dalam membuat desain.Rancangan lainnya adalah Gantungan Kunci dari Lelehan Plastik. Proyek tersebut menggunakan plastik berjenis LDPE, HDPE, dan PP. Di dalamnya terdapat unsur pemahaman terhadap karakteristik fisika dan kimia material, perhitungan derajat leleh, serta kegiatan merancang produk dengan mengandalkan kreativitas.Sementara itu, kelompok lainnya mengembangkan gagasan Alat Semprotan Manual dari Botol Plastik. Botol plastik bekas dimanfaatkan untuk membuat produk fungsional melalui penerapan prinsip tekanan, pemodelan matematis, dan rekayasa sederhana.Ketiga rancangan yang telah dibuat tidak langsung berhenti pada tahap penyusunan blueprint. Setiap kelompok memperoleh kesempatan untuk memaparkan proyeknya di hadapan tim pengabdi USD. Melalui sesi tersebut, guru mendapatkan tanggapan dan masukan yang digunakan untuk meninjau kembali kesesuaian antara persoalan sampah plastik, materi pembelajaran, dan unsur STEAM yang digunakan dalam masing-masing proyek.Pada akhir kegiatan, guru dan tim pengabdi USD melakukan refleksi bersama. Seluruh rangkaian workshop menunjukkan bahwa persoalan sampah plastik di sekolah dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Melalui pendekatan STEAM, permasalahan lingkungan tersebut diarahkan menjadi sarana untuk mendorong kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan siswa dalam memecahkan masalah.Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kerja sama antara USD dan SMA PL Sedayu, khususnya dalam pengembangan inovasi pembelajaran yang mengaitkan pengetahuan akademik dengan persoalan yang terdapat di lingkungan sekitar.

Selengkapnya  
Dosen Magister Pendidikan Matematika USD Jadi Keynote Speaker The Genius Math League 2026 di Surabaya
Dosen Magister Pendidikan Matematika USD Jadi Keynote Speaker The Genius Math League 2026 di Surabaya
S2 Pendidikan Matematika

SURABAYA, 5 September 2026 — Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma kembali mengambil bagian dalam forum yang mempertemukan talenta muda, pembelajaran matematika, dan kompetisi. Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma, hadir sebagai Keynote Speaker pada The Genius Math League (TGML) 2026 regional Surabaya.Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, pukul 07.00–12.00 WIB di Grand Destination Ballroom, Novotel Samator East Surabaya Hotel. Dalam susunan acara, sesi keynote dikemas sebagai Math Workshop Session with Q&A pada pukul 08.20–09.20 WIB, setelah pembukaan dan sebelum peserta memasuki rangkaian kompetisi matematika.Matematika sebagai jembatan menuju masalah nyataDokumentasi kegiatan memperlihatkan materi yang bergerak dari tantangan matematis sederhana menuju situasi yang lebih kontekstual. Salah satu slide mengangkat “mini challenge” untuk menghitung buffer pada sebuah model, sementara bagian lain menampilkan persoalan mobilitas kampus dan ilustrasi Trans Gadjah Mada Electric Bus. Pola ini memperlihatkan bagaimana model matematika dapat digunakan untuk membaca hubungan, batasan, dan pilihan dalam persoalan nyata.Kehadiran sesi tanya jawab memberi ruang bagi peserta untuk tidak hanya menerima paparan, tetapi juga menelaah cara berpikir di balik model dan penyelesaian. Dalam konteks kompetisi matematika, pendekatan semacam ini memperluas pengalaman peserta dari sekadar memperoleh jawaban menuju pemahaman tentang bagaimana suatu persoalan dapat direpresentasikan dan dianalisis secara matematis.Peserta lintas jenjang dan institusiDaftar check-in kegiatan mencatat 86 peserta dari beragam jenjang pendidikan. Peserta berasal dari sekolah dasar dan menengah, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi. Pada jenjang perguruan tinggi tercatat peserta dari berbagai kampus, antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Jember, PENS, dan PPNS. Keragaman ini menjadikan TGML sebagai ruang perjumpaan talenta matematika dari latar pendidikan yang berbeda.Kompetisi sebagai ruang belajarRangkaian TGML 2026 Surabaya memadukan workshop dengan kompetisi berjenjang. Setelah sesi workshop matematika, peserta mengikuti Round 1 (Elimination Circuit), Round 2 (Precision Sprint), dan Round 3 (Gauntlet). Acara juga dilengkapi Financial Education Workshop with Q&A, pengumuman enam semifinalis, serta Recognition Time untuk peserta yang memperoleh Boarding Pass menuju Grand Final. Kontribusi Magister Pendidikan Matematika USDKeterlibatan dosen Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma sebagai keynote speaker dalam forum ini menjadi bagian dari kontribusi akademik untuk memperluas pengalaman belajar matematika yang bernalar, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan nyata. Kegiatan ini juga memperkuat jembatan antara pendidikan tinggi, sekolah, komunitas pembelajar, dan pengembangan talenta matematika generasi muda.Melalui forum seperti TGML, matematika dapat hadir bukan hanya sebagai mata pelajaran atau arena kompetisi, tetapi juga sebagai bahasa untuk memahami struktur masalah, mengembangkan model, menguji gagasan, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Selengkapnya  
Magister Pendidikan Matematika USD Dorong Implementasi STEAM Kontekstual di SMP Negeri 2 Kretek
Magister Pendidikan Matematika USD Dorong Implementasi STEAM Kontekstual di SMP Negeri 2 Kretek
S2 Pendidikan Matematika

Pada Jumat, 4 September 2026, Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma, menjadi narasumber Workshop “Integrasi STEM secara Kontekstual dalam Pembelajaran” yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kretek, Bantul. Kegiatan berlangsung pukul 12.30–14.00 WIB di Laboratorium IPA SMP Negeri 2 Kretek.Workshop bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan STEM ke dalam proses pembelajaran secara kontekstual sehingga pembelajaran semakin bermakna dan berdampak pada kualitas hasil belajar peserta didik. Dalam pelaksanaannya, STEM dikembangkan lebih lanjut dalam perspektif STEAM—Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics—dengan penekanan pada keterhubungan antardisiplin secara fungsional.Narasumber mengajak para guru melihat STEAM bukan sebagai format tunggal atau sekadar proyek membuat produk. Pembelajaran STEAM yang kuat menampilkan hubungan antara tujuan belajar, masalah kontekstual, data atau bukti, keputusan peserta didik, kriteria dan batasan, proses pengujian, perbaikan, komunikasi, serta refleksi. Dengan cara ini, aktivitas belajar tidak berhenti pada kegiatan yang ramai, tetapi menghasilkan proses berpikir yang dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu penekanan penting adalah peran unsur Arts dalam STEAM. Arts tidak dipahami sebatas hiasan, tetapi mencakup komunikasi publik, narasi dan bahasa, empati pengguna, estetika fungsional, ergonomi, budaya dan nilai lokal, serta visualisasi data. Perspektif ini membuka ruang yang luas bagi guru Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, Seni Budaya, Informatika, BK, dan Prakarya untuk menjadi penghela maupun mitra utama dalam pembelajaran STEAM.Delapan Basis Aktivitas STEAM sebagai Repertoire GuruWorkshop memperkenalkan delapan basis aktivitas STEAM sebagai repertoire atau “menu” pedagogis yang dapat dipilih sesuai tujuan pembelajaran, konteks sekolah, bukti belajar yang ingin dihasilkan, serta kesiapan guru dan peserta didik. Kedelapan basis tersebut adalah Mini-Scale Scientific Investigation; Engineering/Appropriate Technology; Field Investigation/Citizen Science; Modeling and Simulation; Reverse Engineering; Maker/Fabrication; Data Science/Computational Thinking; serta Human-Centered/Service Design.Contoh-contoh yang digunakan sengaja dihubungkan dengan konteks Kretek dan wilayah sekitarnya. Guru mengeksplorasi gagasan Gumuk Pasir Mini, Pengering Surya Mini untuk hasil pangan pesisir, Peta Mikroklimat Sekolah, pemodelan Kapasitas Penampungan Air Hujan, Redesign Kotak Pendingin untuk konteks hasil laut Depok, Alat Penjepit Sampah Ringan, Aturan Penyiraman berbasis data, serta Layanan Informasi Sekolah.Melalui delapan basis tersebut, para guru diajak memahami bahwa cara memperoleh bukti dalam pembelajaran dapat sangat beragam: melalui eksperimen, pengukuran lapangan, pemodelan, analisis artefak, pembuatan prototipe, pengolahan data, ataupun pengujian layanan berdasarkan kebutuhan pengguna. Basis aktivitas bukan label kosmetik, melainkan penanda cara peserta didik berpikir, bekerja, dan membuat keputusan.Dalam sesi eksplorasi, peserta mencermati rancangan pembelajaran yang mewakili delapan basis tersebut. Guru diminta mengidentifikasi basis aktivitas, melihat bagian yang mendorong murid berpikir dan mengambil keputusan, menilai keterlaksanaan, menentukan alat dan bahan yang dibutuhkan, serta mempertimbangkan adaptasi untuk kelas VII, VIII, dan IX. Diskusi juga diarahkan pada risiko salah kaprah, misalnya STEAM yang berubah menjadi praktikum resep, kerajinan tanpa kriteria performa, atau poster yang tidak ditopang data dan proses evaluasi.Mulai Kecil, Ukur dengan Bukti, Perbaiki BersamaSebagai tindak lanjut, para guru didorong untuk tidak langsung menerapkan STEAM dalam skala besar. Implementasi dapat dimulai dari satu basis aktivitas dan satu atau dua RPP pilot, dicoba pada satu kelas selama dua sampai tiga pertemuan, kemudian direfleksikan dan diperbaiki bersama. Sekolah juga dapat membangun komunitas praktik kecil agar guru dapat berbagi alat, data, LKPD, rubrik, pengalaman, dan catatan keselamatan.Untuk perencanaan sekolah, basis mini-scale, field, dan maker dapat menjadi pilihan yang relatif konkret bagi kelas VII; engineering, reverse engineering, dan service design dapat diperkuat pada kelas VIII; sedangkan modeling, data science, dan service design lanjutan dapat dikembangkan di kelas IX. Pilihan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan capaian dan tujuan pembelajaran, konteks, serta kesiapan kelas.Workshop ditutup dengan pesan bahwa kualitas STEAM tidak ditentukan oleh seberapa banyak huruf S–T–E–A–M tampak secara eksplisit dalam RPP. Esensinya terletak pada bagaimana peserta didik memakai pengetahuan lintas disiplin untuk membuat keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Semangat yang ditekankan adalah: mulai kecil, ukur dengan bukti, dan perbaiki bersama.Keterlibatan dosen Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan profesional guru serta memperkuat jembatan antara kajian akademik, inovasi pembelajaran, dan kebutuhan nyata sekolah.

Selengkapnya  
FKIP USD Berkontribusi dalam Proyek DEEP Jerman-Indonesia untuk Penguatan Pendidikan Guru
FKIP USD Berkontribusi dalam Proyek DEEP Jerman-Indonesia untuk Penguatan Pendidikan Guru
S3 Program Doktor Pendidikan

4-18 Juni 2026, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma turut memperkuat kerjasama internasional di bidang pendidikan guru melalui keterlibatannya dalam proyek DEEP (Democracy, Environmental Education and Discursive Participation) yang diselenggarakan bersama Universitas Münster, Jerman, dan mitra pendidikan di Indonesia. Kontribusi FKIP USD ditandai dengan keikutsertaan F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D., selaku Dekan FKIP USD, dalam fase intensif DEEP di Münster. Keikutsertaan tersebut merupakan partisipasi pertama dalam program DEEP dan menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional FKIP USD dalam pengembangan pendidikan guru.

Selengkapnya  
FKIP USD Berbagi Gagasan tentang SDG 4 dan Transformasi Pendidikan di Forum Internasional
FKIP USD Berbagi Gagasan tentang SDG 4 dan Transformasi Pendidikan di Forum Internasional
S3 Program Doktor Pendidikan

14 Agustus 206 Cagayan de Oro, Filipina — Universitas Sanata Dharma (USD) berpartisipasi dalam forum akademik internasional yang diselenggarakan oleh College of Teacher Education, Marinduque State University, bersama sejumlah perguruan tinggi di Filipina. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai tantangan dan inovasi pendidikan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.

Selengkapnya  
Pengumuman Juara Lomba "FESTIVAL TEATER RAKYAT PERDIKKATI 2026" Secara Online
Pendidikan Keagamaan Katolik

KEPUTUSAN DEWAN JURI FESTIVAL TEATER RAKYAT PERDIKKATI 2026             Festival Teater Rakyat (FTR) Perdikkati 2026 diselenggarakan antara 17 Maret 2026 s.d. 17 Agustus 2026. Kami yang bertandatangan di bawah ini dipercaya sebagai Dewan Juri oleh Panitia Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 dengan masa kerja dari tanggal 30 Juni 2026 s.d. 17 Agustus 2026. Kami  terdiri dari:a.       F.X. Murti Hadi Wijayanto, S.J., S.S., M.F.A.(Praktisi Media Audio Visual, Pakar Perfilman, lulusan Sekolah Perfilman EICAR Paris, 2017) b.      Emmanuel Cahyo Kristianto, S.S.(Praktisi Teater dan Perfilman)  c.       F.X. Tri Mulyono, S.Ag., M.Sn. (Katekis, Praktisi Teater Rakyat, Praktisi Media Audio Visual).          Kami menerima lima entries/peserta (naskah dan rekaman pentas teater rakyat). Lima entries/peserta tersebut adalah:1.  “MENGGEMAKAN SUARA KAUM TERPINGGIRKAN      SAMBIL MERANGKUL BUMI”: (Prodi Pendidikan Teologi, Unika St. Paulus Ruteng)    https://drive.google.com/file/d/1S_dITKOtLZwvEcUuXqbd5CobkOekR3pZ/view2.  “SUARA DALAM PIGURA”     (Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik, Unika Weetebula)https://drive.google.com/file/d/1lNEFExL5TT1Hgmv3txlyxgrkHV6Ap897/view3.  “SUARA DARI TANAH IBU: SEBUAH JERITAN KEADILAN”      (Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma)https://drive.google.com/file/d/1hK78duqQDbZnKRNw5XJhiPE6uz9p9ZtR/view4.  “BELAJAR APA HARI INI? MAKAN YANG KENYANG.”      (STKIP Widya Yuwana Madiun)   https://drive.google.com/file/d/1_KaAmM7GG5G0jwhli_sh5GfQ7naNi7aK/view5.  “SUARA DI SELA DENTING SENDOK”      (Prodi Pendikkat – Universitas Sanata Dharma)https://drive.google.com/file/d/1nzR6sbT5T-DG0JxrH45Pcwx8-LQmowDr/view         Yang menjadi dasar pertimbangan/penilaian Dewan Juri salah satunya  adalah TOR Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 yang dikirimkan kepada setiap anggota Perdikkati pada 17 Maret 2026. TOR tersebut sudah diperjelas dengan Zoom Meeting antara Panitia dan Peserta FTR  pada 20 Juni 2026. Selain itu, kami menilai naskah, pentas, dan rekaman video dengan memperhatikan unsur-unsur hakikinya sebagaimana kami tulis di bawah ini:  a.       Naskah: ·         Format Standar memang menjadi acuan, tetapi tidak kaku. Yang penting naskah itu bisa dibaca dengan enak, isinya dimengerti, cukup lengkap ada keterangan tentang tokoh, premis, sinopsis, dan catatan penyutradaraan/direction pada setiap adegannya. Naskah pada dasarnya adalah pentas di atas kertas. Dengan membaca naskah orang sudah bisa membayangkan seperti apa adegannya. ·         Berdasarkan TOR F. no. 5 “Naskah/cerita  harus berdasarkan hasil observasi atas permasalahan sosial baik nasional maupun permasalahan di tempat masing-masing.” Oleh karena itu, setiap peserta diminta menyusulkan catatan observasinya untuk membantu Dewan Juri dalam penjuriannya.·         Isi dari naskah mesti ada kesesuaian dengan tema yang dicanangkan oleh Panitia. Naskah harus sungguh orisinal bukan copy paste dari naskah kelompok lain dan benar-benar cetusan suara masyarakat. ·         Alur ceritanya juga jelas, isinya mudah ditangkap, menarik: penanaman problem, pengembangannya, dan solusinya.  b.      Pentas Teater:·         Pentas harus terkait dengan naskah yang sudah diterima oleh Panitia. Peserta tidak boleh mengirimkan pentas dengan cerita dan alur yang berbeda dari naskah yang diikutsertakan dalam festival.·         Acting/pemeranan: aspek vokal, verbal, visual dan verbalnya.  Bagaimana para pemain menghayati perannya. Semakin tampil orisinil semakin berbobot. ·         Aspek artistik: setting panggung, dekorasi, kostum, pencahayaan.·         Musik: semakin orisinal semakin tinggi nilainya. Cocok dengan cerita dan warna budayanya. ·         DURASI: 10-25 menit·         Jumlah pemain di atas panggung: maksimal 15 orang.c.       Rekaman Video:·         Kualitas audio: suara para pemain jelas didengar, tidak ada gangguan dari suara yang tidak ada hubungannya dengan pentas teater rakyat. ·         Kualitas video: cara pengambilan shot-shotnya, ketajaman, angle, pencahayaan·         Editing: kerapihan, tidak jumping, kesesuaian audio –visual – musik.         Setelah membaca naskah dan menonton rekaman pentas serta membicarakannya dengan sungguh-sungguh  dalam dua kali pertemuan, yaitu 21 Juli 2026 dan 4 Agustus 2026,  Dewan akhirnya Juri mengambil keputusan sebagai berikut: Juara 1  :  “SUARA DALAM  PIGURA”                 (Prodi PKK, Unika Weetebula)  dengan nilai total  246,5Juara 2  :  “BELAJAR APA HARI INI? MAKAN YANG KENYANG”                 (STKIP Widya Yuwana Madiun) dengan nilai total 244,5Juara 3  :   “MENGGEMAKAN SUARA KAUM TERPINGGIRKAN,                   SAMBIL MERANGKUL BUMI”                  (Prodi Pendidikan Teologi, Unika St. Paulus Ruteng)                   dengan nilai total  239,75Keputusan Dewan Juri ini tidak bisa diganggu gugat. 

Selengkapnya  

MEDIA SOSIAL

Lihat di TikTok

PENGUMUMAN

  • S3 Pendidikan
  • MKK FKIP USD - Jadwal Kuliah Semester Genap 2025/2026
  • KALENDER AKADEMIK USD 2025
  • RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) FKIP USD
  • PROGRAM PENGEMBANGAN
Selengkapnya  

INFORMASI

business_center

Lowongan Pekerjaan

account_circle

Ruang Guru

local_library

Kegiatan Tridharma

school

Alumni

face

Sosok

Kontak Kami

<p>Sekretariat Dekanat FKIP
Kampus I
Universitas Sanata Dharma
Mrican, Caturtunggal, Depok,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55281
Telepon: (0274) 883037, 883968 ext. 1413

Jam Operasional Pelayanan Sekretariat Dekanat FKIP
Buka&nbsp; &nbsp; &nbsp; : 08:00 - 12:00
Istirahat : 12:00 - 13:00
Buka&nbsp; &nbsp; &nbsp; : 13:00 - 15:00
Hari sabtu, minggu, dan tanggal merah : Tutup

No Whatsapp: 085117014130</p>