Berita

CURMA 2025: “Merangkai Aspirasi, Menguatkan Solidaritas”

10-02-2026

Kegiatan Curhatan Mahasiswa (CURMA) kembali digelar oleh Program Studi Ekonomi Universitas Sanata Dharma pada Sabtu, 8 November 2025. Tahun ini, CURMA membawa semangat baru melalui tema “Merangkai Aspirasi, Menguatkan Solidaritas”, yang mengajak mahasiswa dan dosen untuk duduk bersama serta berbicara secara jujur mengenai pengalaman belajar yang mereka jalani. Forum ini bertujuan menampung suara mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan akademik di dalam program studi.

Acara dihadiri oleh mahasiswa angkatan 2023–2025 dan sejumlah dosen Program Studi Ekonomi, antara lain Prof. Dr. Josephine Wuri, Drs. Laurentius Bambang Harnoto, Dra. Yuliana Rini Hardanti, serta Dr. Antonius Budisusila. CURMA dibuka oleh Aurora Valentina Irianto, yang menegaskan bahwa forum ini dibuat sebagai tempat aman bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan tanpa rasa sungkan. Ia berharap, apa yang disampaikan dalam diskusi dapat menjadi awal dari perubahan yang membawa manfaat bagi semua pihak.

Selanjutnya, Ketua Program Studi, Prof. Dr. Josephine Wuri memberikan sambutan yang mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan ruang ini sebaik mungkin. Beliau menekankan pentingnya dialog yang jujur agar program studi mendapatkan gambaran jelas mengenai kondisi yang dirasakan mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun non-akademik.
Bagian penting dalam kegiatan ini adalah pemaparan hasil survei mahasiswa angkatan 2022–2025. Survei tersebut memotret berbagai aspek yang memengaruhi proses belajar, seperti cara penyampaian materi, komunikasi akademik, proses administrasi, serta kelayakan fasilitas penunjang. Dengan adanya gambaran awal tersebut, pembahasan selanjutnya menjadi lebih terarah dan berbasis pada pengalaman nyata mahasiswa.

Setelah hasil survei disampaikan, mahasiswa dibagi per angkatan untuk berdiskusi langsung dengan Dosen Pembimbing Akademik masing-masing. Pada sesi ini, mahasiswa menyampaikan berbagai hal yang mereka alami, baik tantangan sehari-hari maupun harapan terhadap proses pembelajaran. Diskusi berlangsung dalam suasana santai namun tetap serius, sehingga setiap peserta merasa didengar. Dari tiap angkatan, dirumuskan beberapa poin penting yang kemudian dibawa kembali ke forum besar.

Pada sesi pleno, hasil diskusi dipresentasikan di hadapan seluruh peserta. Para dosen memberikan tanggapan terbuka mengenai poin-poin tersebut, menjelaskan kemungkinan tindak lanjut serta kendala yang harus dipertimbangkan. Proses saling mendengarkan ini menjadi inti dari CURMA karena mempertemukan pengalaman mahasiswa dan perspektif akademik dosen dalam satu ruang yang setara.
Melalui alur dialog yang terbuka dan suasana yang saling menghargai, CURMA 2025 menjadi ruang penting untuk memperkuat solidaritas, memperjelas kebutuhan mahasiswa, dan membangun langkah bersama menuju program studi yang lebih baik.

Devisi RA

 kembali