Berita

Talkshow FCH II USD Angkat Isu Lingkungan: "Merawat Bumi sebagai Rumah Bersama"

29-05-2026 21:15:28 WIB

YOGYAKARTA – Ratusan mahasiswa Universitas Sanata Dharma (USD) mengikuti Talkshow Formasi Cerdas Humanis (FCH) II dengan tema “Merawat Bumi sebagai Rumah Bersama” pada Sabtu (23 Mei 2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Auditorium Driyarkara, Kampus II USD ini menghadirkan Green Team Universitas Sanata Dharma sebagai narasumber utama.

Daniel Danajaya, salah satu narasumber dari Green Team USD, membuka talkshow dengan menguraikan makna mendalam dari tema yang diangkat. Menurutnya, bumi adalah rumah bagi seluruh makhluk, bukan hanya manusia.

Allah memberikan bumi kepada manusia untuk dipelihara dan dirawat. Saya pakai analogi rumah: di dalam rumah itu ada penghuni dan setiap penghuni memiliki hak dan kewajiban yang sama. Manusia punya kewajiban merawat bumi sebagai anggota rumah. Hal serupa juga terjadi pada binatang dan tumbuhan. Bila rumah rusak, otomatis dampaknya akan terasa oleh seluruh penghuni rumah,” jelas Daniel.

Daniel menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tanggung jawab generasi muda, melainkan seluruh manusia. Tujuannya agar bumi yang kita tempati sebagai rumah tidak rusak, karena bumi akan menjadi warisan untuk anak cucu.

Ia mengidentifikasi tantangan terbesar dalam menjaga lingkungan saat ini adalah kesadaran diri manusia akan kepemilikan rumah bersama. “Seringkali manusia jatuh pada kata ‘kita kuasai dan taklukkan bumi’. Padahal manusia diberikan akal dan budi untuk berpikir tentang hal yang akan merusak atau malah membantu merawat bumi,” ujarnya.

Daniel mengajak mahasiswa untuk memulai dari hal-hal kecil. “Tidak perlu yang besar-besar, seperti membawa tumbler, kotak bekal, menggunakan sisa air bilasan kedua saat mencuci untuk menyiram tanaman, menggunakan pakaian secukupnya, dan menghindari konsumerisme,” tuturnya.

Ia juga merekomendasikan penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai langkah kecil yang paling berdampak jika dilakukan bersama-sama. “Bangun mindset bahwa interaksiku dengan alam ciptaan akan membawa dampak bagiku di masa depan,” pesannya.

Daniel menjelaskan peran penting pendidikan dalam meningkatkan kesadaran lingkungan. “Pendidikan ekologis itu gampangnya seperti ibu kita meminta kita merawat rumah dengan menjaga kebersihan. Kalau rumah kita kotor, maka akan membawa dampak buruk seperti sakit. Pendidikan ekologis berperan sebagai arahan bak seorang ibu yang mengajarkan anaknya untuk merawat rumah,” paparnya.

Emanuela Delfina Dyah Pradita, mahasiswa Program Studi Ekonomi angkatan 2025, mengaku tertarik mengikuti talkshow ini karena ingin menambah wawasan tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Saya mengikuti Talkshow FCH II ini karena saya ingin menambah wawasan tentang pentingnya menjaga lingkungan serta memahami solusi sederhana yang bisa diterapkan, seperti pembuatan ecoenzim untuk mengurangi limbah organik rumah tangga,” ujar Delfina.

Ia mengungkapkan bahwa hal paling menarik dari tema yang diangkat adalah bagaimana menjaga bumi bisa dimulai dari tindakan kecil sehari-hari. “Salah satunya dengan memanfaatkan sampah organik menjadi ecoenzim yang bermanfaat bagi lingkungan,” tambahnya.

Delfina mengaku sebelumnya sudah mencoba menerapkan gaya hidup peduli lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik dengan menggunakan tumbler, serta mulai memilah sampah organik dan anorganik.

Namun, setelah mengetahui tentang ecoenzim, saya menjadi lebih tertarik untuk mengolah limbah organik agar lebih berguna,” jelasnya.

Setelah mengikuti acara, Delfina bertekad untuk lebih disiplin dalam menjaga lingkungan. “Saya ingin lebih disiplin dalam menjaga lingkungan, mulai memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan mencoba membuat ecoenzim dari limbah organik di rumah maupun di kos sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Menurutnya, masalah lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan mahasiswa adalah penumpukan sampah, terutama sampah plastik dan limbah makanan yang sering kali tidak dikelola dengan baik.

Delfina berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi talkshow biasa. “Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi talkshow biasa, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran dan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan. Selain itu, materi tentang ecoenzim dapat memotivasi mahasiswa untuk mulai memanfaatkan limbah organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi lingkungan,” pungkasnya.

Alexander Hendra Dwi Asmara, S.J., atau yang akrab disapa Romo Hendra, selaku panitia kegiatan Talkshow FCH II, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menjadikan kesadaran kepada mahasiswa tentang pentingnya merawat lingkungan hidup dan merawat bumi.

Kami mengajak mahasiswa supaya kerja berkolaborasi dengan prodi-prodi untuk proyek kesadaran alam,” ujar Romo Hendra.

Persiapan kegiatan dilakukan dengan menghubungi Green Team Sanata Dharma yang memiliki tanggung jawab dan visi misi menjadikan Sanata Dharma sebagai kampus hijau. Co-Fas Universitas turut berperan menghubungi Co-Fas Prodi untuk membantu kelancaran persiapan.

Romo Hendra mengakui bahwa kendala yang sering dihadapi adalah tabrakan jadwal dengan acara prodi dan mata kuliah umum seperti Weekend Moral.

Tantangan kedua adalah bagaimana talkshow ini tidak berhenti sebagai ceramah, tetapi membuat aksi nyata. Ini tidak mudah, sehingga membutuhkan kerjasama dengan para Dosen Pendamping Akademik (DPA),” jelasnya.

Tema lingkungan dipilih karena kesadaran lingkungan hidup tetap penting di zaman sekarang dan cocok untuk orang muda. “Kami ingin meminta keterlibatan dan gebrakan dari mahasiswa tentang lingkungan,” tambah Romo Hendra.

Harapan Romo Hendra ke depan adalah agar DPA dapat mendampingi mahasiswa dalam proses FCH menuju aksi nyata dan konkret tentang kepedulian terhadap lingkungan hidup. “Jadinya tidak berhenti di ruang talkshow atau seminar, tetapi mampu membuat perubahan pada diri sendiri atau lingkungan sekitarnya,” pesannya.

Romo Hendra menegaskan bahwa pesan dari talkshow Green Team ini bukan hanya untuk didengarkan, tetapi harus menjadi sesuatu yang praktis yang membuat perubahan nyata dalam hidup sehari-hari.

Talkshow FCH II dengan tema “Merawat Bumi sebagai Rumah Bersama” menjadi momentum penting bagi mahasiswa USD untuk meningkatkan kesadaran ekologis dan mengubah pola pikir dari sekadar teori menuju aksi nyata. Dengan menghadirkan narasumber kompeten dari Green Team USD serta antusiasme peserta yang tinggi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepemilikan (sense of belonging) terhadap bumi serta mendorong terciptanya kebiasaan ramah lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan kampus maupun kehidupan sehari-hari. (kf)

Kembali