Berita

Manajer vs Pemimpin: FBE USD Hadirkan Dosen Tamu untuk Mahasiswa

22-05-2026 20:38:48 WIB

YOGYAKARTA – Program Studi Manajemen dan Ekonomi Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Sanata Dharma (FBE USD) menggelar kuliah umum dengan menghadirkan dosen tamu dari Universitas Terbuka. Mengusung tema “Peran Manajer vs Pimpinan dalam Pengembangan Organisasi dan Bisnis,” kegiatan ini berlangsung pada Selasa (12 Mei 2026) pukul 07.00–10.00 WIB di Ruang Kelas IV.59, Kampus 1 Mrican.

Kuliah umum ini menghadirkan Dr. Kabul Wahyu Utomo, S.E., M.Si. dari Universitas Terbuka sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh 36 mahasiswa Program Studi Manajemen (mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia) dan 46 mahasiswa Program Studi Ekonomi (mata kuliah Manajemen Bisnis). Kegiatan dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab.

Salah satu peserta, Dafi yang merupakan mahasiswa program studi Ekonomi, membagikan kesan dan pemahamannya setelah mengikuti kuliah umum tersebut. Menurutnya, hal paling menarik yang didapatkan adalah pemahaman mengenai perbedaan mendasar antara manajer dan pemimpin.

Manajer itu fokusnya lebih ke teknis operasional, mulai dari perencanaan sampai evaluasi secara konsisten biar hasilnya profesional. Sedangkan pemimpin, kuncinya ada di bagaimana dia mengelola power atau kekuasaan untuk memberikan pengaruh ke orang-orang di sekitarnya,” jelas Dafi.

Ia juga menyoroti sebuah temuan riset yang disampaikan dalam kuliah tersebut. “Ternyata karyawan atau bawahan itu bakal jauh lebih loyal, berkomitmen, dan kerjanya bagus kalau mereka melihat atasan mereka sebagai sosok pemimpin, bukan cuma sekadar bos yang memberi perintah,” tambahnya.

Dafi mengapresiasi cara penyampaian narasumber yang dinilai berbobot namun tetap mudah dipahami. Materi disampaikan oleh tim dosen dari Universitas Terbuka dengan menghadirkan studi kasus tentang Steve Jobs, pendiri Apple.

Menurut saya, cara penyampaian materinya bagus banget dan berbobot. Walaupun banyak teori ilmiah dan referensi dari para ahli seperti Max Weber, pembawaannya tetap terasa ringan karena dibantu visual yang menarik dan contoh nyata dari tokoh dunia. Jadi teorinya gampang masuk dan mudah dipahami,” tuturnya.

Dafi menambahkan bahwa ilmu yang diperoleh dari kuliah umum ini berguna dalam dua fase. Dalam jangka pendek, ilmu ini dapat langsung diterapkan saat mahasiswa memimpin kerja kelompok atau aktif di organisasi dan kepanitiaan kampus.

Sedangkan jangka panjangnya, jelas nanti pas kita sudah lulus dan masuk ke dunia kerja atau mulai merintis bisnis sendiri. Kita jadi tahu gimana caranya memposisikan diri, baik saat masih jadi staf maupun nanti pas dipercaya buat megang tim,” ujarnya.

Manajemen Diri hingga Kepemimpinan dalam Organisasi
Dafi juga menjelaskan bagaimana materi ini dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Untuk peran manajer yang fokus pada konsistensi, ia menerapkannya pada manajemen diri sendiri.

Contoh paling gampang ya disiplin mengatur jadwal harian, waktu belajar, dan rutin mengevaluasi target pribadi setiap minggu. Kalau untuk poin kepemimpinan, penerapannya bisa di lingkungan pertemanan atau organisasi. Saya bisa belajar cara memotivasi dan menggerakkan teman-teman tanpa harus terkesan memaksa, melainkan dengan cara memberikan contoh atau teladan yang baik,” jelasnya.

Menurut Dafi, kuliah umum seperti ini sangat penting bagi mahasiswa Manajemen Bisnis.

Sebagai mahasiswa Manajemen Bisnis, kita enggak cuma belajar cara mengelola modal atau operasional perusahaan saja, tapi yang paling penting adalah mengelola manusianya. Kuliah umum seperti ini penting banget buat membuka mindset kita sejak dini. Biar nanti pas lulus, kita enggak cuma jadi lulusan yang kaku dan cuma tahu teori di atas kertas, tapi juga punya soft skills dan jiwa kepemimpinan yang siap pakai di industri,” tegasnya.

Dafi mengaku bahwa kuliah umum hari ini menjadi momen refleksi yang berharga bagi dirinya.

Pengalamannya seru dan sangat membuka wawasan. Jujur, materi tadi bikin saya refleks mengevaluasi diri sendiri juga. Saya jadi mikir, selama ini kalau lagi kerja kelompok, saya ini tipe yang cuma sekadar bagi-bagi tugas kayak manajer, atau sudah bisa menginspirasi teman-teman kayak seorang leader? Jadi selain dapat ilmu baru, kuliah umum hari ini juga jadi momen refleksi yang pas banget buat perkembangan diri saya ke depan,” pungkasnya.

Kuliah umum yang diselenggarakan oleh Prodi Manajemen dan Ekonomi FBE USD ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan tentang dinamika kepemimpinan dan manajerial dalam organisasi. Dengan menghadirkan perspektif teoretis sekaligus praktik nyata dari tokoh dunia, mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu akademik, tetapi juga soft skills kepemimpinan yang esensial untuk memasuki dunia kerja dan industri yang semakin kompetitif. (kf)

Kembali