Berita
Seminar dan Bedah Buku “Microfinance Plus: Strategi Inklusif untuk Pengentasan Kemiskinan dan Keberlanjutan Lembaga”
10-02-2026
Seminar dan Bedah Buku “Microfinance Plus: Strategi Inklusif untuk Pengentasan Kemiskinan dan Keberlanjutan Lembaga”. Untuk pertama kalinya digelar pada Rabu, 3 Desember 2025, di Ruang Kardaman, Universitas Sanata Dharma. Acara ini menjadi momentum penting karena menghimpun mahasiswa Ekonomi, dosen, serta para undangan. Untuk berdiskusi tentang arah baru keuangan mikro berbasis pemberdayaan. Sejak pagi, peserta telah berdatangan mengikuti registrasi dan menikmati coffee break sebelum rangkaian seminar dimulai.
Acara resmi dibuka oleh MC, Josua Nico Manurung, yang memimpin doa pembuka dan Lagu Indonesia Raya. Sambutan pertama disampaikan oleh Ibu Dr. Ir. Ridowati Gunawan selaku perwakilan Pusat Penerbitan dan Bookshop, yang menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dukungan institusi terhadap perkembangan literasi akademik di lingkungan kampus. Sambutan berikutnya datang dari Kaprodi Ekonomi, Ibu Dr. Josephine Wuri, M.Si. dan Wakil Ketua LPPM, Bapak Andreas Prasetyadi, yang sama-sama menekankan pentingnya riset dan publikasi ilmiah dalam menjawab tantangan sosial ekonomi.
Memasuki inti acara, dilakukan penyerahan buku hasil hibah penerbitan SDUP 2025, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan tanda kasih kepada Kepala P2B dan sejumlah perwakilan. Setelah sesi foto bersama, moderator pak Aprilia Suriesto Madaun, S.S., M.M. membuka sesi utama dengan memaparkan profil penulis dan arah pembahasan buku.
Dalam sesi pemaparan, Pak Stephanus Eri Kusuma, M.Sc. sebagai penulis buku menuturkan proses panjang kelahiran konsep microfinance plus. Ia menjelaskan bahwa kebijakan keuangan mikro kini harus bergerak melampaui praktik konvensional seperti penyaluran kredit. Banyak komunitas membutuhkan dukungan yang lebih menyeluruh—mulai dari pelatihan, pendampingan usaha, penguatan literasi keuangan, hingga penyediaan ruang belajar yang membuat mereka mampu mengelola usaha dan kehidupan ekonomi secara lebih mandiri. Buku ini merangkum pengalaman lapangan, temuan penelitian, serta berbagai dialog dengan praktisi yang selama ini ditemui penulis.
Setelah pemaparan penulis, Romo Antonius Sumarwan, S.J., PH.D. selaku pembedah memberikan tanggapan yang menguatkan inti gagasan buku. Beliau menekankan bahwa keberhasilan microfinance plus sangat bergantung pada pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan klien, komitmen lembaga, serta kemampuan melakukan evaluasi dampak yang terukur. Menurutnya, pendekatan ini dapat menjadi jembatan antara tujuan finansial lembaga keuangan mikro dan kepentingan sosial komunitas, asalkan dijalankan dengan kesadaran dan strategi yang tepat.
Sesi tanya jawab berjalan aktif. Peserta mengajukan pertanyaan mengenai tantangan lapangan, keberlanjutan pendampingan, serta bagaimana memastikan bahwa program benar-benar membawa perubahan nyata. Untuk menambah semangat, panitia membagikan doorprize berupa buku kepada beberapa peserta.
Menjelang akhir acara, panitia memberikan tanda kasih kepada moderator dan pembicara sebelum sesi ditutup dengan lagu Hymne USD, doa penutup, dan makan siang bersama.
Seminar perdana ini meninggalkan kesan mendalam, sekaligus membuka ruang baru bagi dialog tentang pemberdayaan ekonomi yang lebih inklusif dan berdampak luas melalui konsep microfinance plus.
kembali
- STUBAN HM FORTE x IMIE FEB UKSW 2026
- PENGUMUMAN MISA AKHIR SEMESTER GENAP TA 2025-2026
- VISMICS Globalisasi Ekonomi dalam Ekonomi Kreatif
- SERAH TERIMA JABATAN KEPENGURUSAN UNIT KEGIATAN PRODI FORUM DISKUSI PERIODE 2026/2027
- The 25th Economics Student Conference: Call For Papers
- Dies Natalis Fakultas Bisnis dan Ekonomi ke-33
- ACUCA Student Camp 2026
- Evaluasi Pembelajaran Semester Genap 2025/2026
- Serah Terima Jabatan HM FORTE 2026
- Seminar Mahasiswa "Membangun Mahasiswa yang Mandiri Finansial dan Adaptif AI
